IMG_9665TIM Transisi mengklaim bahwa Pemerintahbakal melindungi klub yang mendaftar menjadi kontestan Piala Kemerdekaan. Sementara itu PersatuanSepakbo­la Seluruh Indonesia (PSSI) makin garang memberi ancaman

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Adanya tengarai ancaman dan in­timidasi pada klub-klub peserta Piala Kemerdekaan ditanggapi Tim Transisi. Mereka menegaskan bahwa negara akan melindungi seluruh klub peserta Piala Kemerdekaan dari anca­man.

“Kami beri keyakinan bawa klub-klub peserta akan dilindungi negara. Negara ha­dir di tengah-tengah mereka. Tak ada yang bisa ancam-mengancam di negara ini. Masa negara kalah dengan organisasi yang su­dah dibekukan,” ujar anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono dolansir Bola.net.

Baca Juga :  Striker Timnas Curacao Kenji Gorre Terpikat Keindahan Kabupaten Bogor

Sebelumnya, PSSI menilai Tim Transisi selaku penyelenggara turnamen bukanlah termasuk football family. Sehingga PSSI mengeluarkan larangan bagi klub yang ter­daftar sebagai anggotanya untuk tidak turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.

Kemudian, PSSI melalui juru bicaranya, Tommy Welly kembali mengingatkan klub yang bakal mengikuti Piala Kemerdekaan bentukan Kementerian Pemuda dan Olah­raga (Kemenpora) yang rencananya akan di­gelar mulai 1 Agustus 2015.

Towell, sapaan akrab Tommy Welly mengatakan bahwa PSSI akan mengambil langkah tegas apabila terdapat klub bersta­tus resmi anggota PSSI yang turun lapan­gan. “Klub yang ikut itu banyak. Klub Divisi Utama sudah kami ingatkan untuk mempro­teksi. Saya tidak mau mengatakan ini sebagai ancaman, tapi PSSI wajib memproteksi dan melindungi dengan cara mengingatkan. Itu agar klub tidak terpeleset,” ujarnya.

Baca Juga :  Siwo PWI Pusat Nyatakan Sikap Terkait Tragedi Kanjuruhan, Ini Isinya

Menurutnya, klub hanya diperbolehkan mengikuti kompetisi yang disetujui oleh PSSI. Karena itu, pihaknya tidak segan-se­gan memberikan sanksi hingga mengeluar­kan klub yang terbukti berlaga di Piala Ke­merdekaan.

“Dalam koridor sepakbola, kompetisi ha­rus di bawah PSSI. Kalau dengan itupun klub masih ikut, itu pilihan. Berarti akan ada kon­sekuensi. Konsekuensi terberat tentu keluar dari keanggotaan. Ketika zaman dualisme ada Persema, Persibo, yang dikeluarkan,” pungkasnya.