559854898e0441159d6bb2ebf7d06269-89a25c7c771b4870ad176d4c25d2b876-2LONDON, Today – Lewis Hamilton akhirnya bisa mema­tahkan kutukannya selama berjibaku pada balapan Formula 1 seri Inggris. Itu terjadi setelah Hamilton memetik kemenangan di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7) malam WIB.

Kemenangan itu membuat Ham­ilton akhirnya melaju ke podium juara setelah memulai balapan dari pole position. Jagoan Mercedes itu sebenarnya sempat dua kali memulai balapan dari posisi ter­depan.

Yakni, pada musim 2007 dan 2013 silam. Namun, saat itu pembalap asal Inggris berusia 30 tahun tersebut harus menelan pil pahit karena tak bisa menyem­purnakan balapan dengan trofi juara.

Pada 2007 silam, gelar juara berhasil direngkuh Kimi Raik­konen yang memulai balapan dari posisi kedua. Di sisi lain, Hamilton harus puas berada di posisi ketiga pada akhir balapan.

Sementara, musim 2013 menjadi mi­lik Nico Rosberg yang juga start dari uru­tan runner up. Di akhir balapan, Hamil­ton malah hanya finish di posisi keempat.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, merasakan atmosfer yang berbeda saat kembali berada juara di GP Inggris dalam dua musim berturut-turut. Dia mengaku dukungan dari masyarakat Britania Raya menjadi salah satu pelecut semangatnya.

Pembalap berusia 30 tahun itu kem­bali mendominasi balapan dalam GP Ing­gris yang diadakan di Sirkuit Silverstone pada Minggu, 5 Juli 2015. Hamilton men­jadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 31 menit 27 detik.

Kemenangan yang diraih dalam bala­pan sengit di Sirkuit Silverstone ini juga mengingatkan Hamilton akan podium pertamanya di GP Inggris pada musim 2008. Dia mengaku menghadapi kesuli­tan yang sama, meski atmosfer yang ber­beda.

“Banyak perbedaan dari musim lalu. Musim lalu saya belum merasakan mo­men seperti saat ini. Berada di podium dengan sambutan seperti ini membuat saya sangat bangga. Saya masih ingat pen­galaman pertama saya berada di podium pada tahun 2008,” kata Hamilton seperti diberitakan PlanetF1, Senin (6/7/2015).

Tapi dengan hanya melihat para pen­dukung di tanah kelahiran dan dengan adanya bendera Inggris, beserta atribut lainnya, hari ini sudah terasa besar bag­inya.

“Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata bagaimana bahagia saya. Semo­ga Anda bisa melihatnya dari senyum saya,” pungkasnya.

(Imam/net)