Untitled-8MEKSIKO semakin menasbihkan dominasi mereka di zona CONCACAF usai merengkuh trofi Piala Emas 2015

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Meksiko berhasil menggondol trofi juara Piala Emas CONCACAF 2015 setelah menaklukkan Jamaika dengan skor 3-1 Senin ini (27/7/2015) di Lincoln Financial Field, Philadelphia.

Jamaika yang secara mengejutkan mampu menem­bus partai puncak, mampu menekan Meksiko di awal pertandingan, tetapi skuat asuhan Miguel Herrera secara perlahan mampu mulai mengendalikan permainan.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika laga menginjak setengah jam, umpan silang Paul Aguilar berhasil dimak­simalkan dengan sangat baik oleh Andres Guardado un­tuk mengubah skor menjadi 1-0, yang bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Meksiko berhasil menggandakan keunggulan dengan cepat. Baru satu menit berjalan, sepakan Jesus Corona mampu mengoyak gawang yang dikawal oleh Ryan Thompson. Bahkan, skor semakin jauh menjadi 3-0 saat Oribe Peralta turut menjebol ga­wang Jamaika pada menit ke-61.

El Tri terus memberi tekanan di sisa waktu, tetapi tidak ada gol tambahan bagi skuat Herrera, justru Ja­maika yang berhasil mencetak gol hiburan ketika laga menyisakan sepuluh menit melalui tembakan Darren Mattocks.

Dengan hasil ini, Meksiko semakin menunjukkan dominasi mereka di zona CONCACAF. Ini menjadi trofi yang ketujuh bagi Meksiko sejak format Piala Emas diper­kenalkan pada 1991 silam. Amerika Serikat membuntuti di posisi dua dengan lima trofi, sementara satu sisanya dimiliki oleh Kanada. Kemenangan ini juga akan mem­buat Meksiko akan berhadapan dengan Amerika Serikat untuk memperebutkan jatah tiket ke Piala Konfederasi 2017.

Piala Emas CONCACAF 2015 menghadirkan kejutan dengan menampilkan Jamaika kontra Meksiko di partai final. Maklum keduanya bukanlah unggulan pada gelar­an edisi kali ini, karena kalah gengsi dari Amerika Serikat dan Kosta Rika sebagai dua unggulan utama.

Terutama Jamaika. Negara asal Bob Marley ini tak pernah sekalipun juara bahkan belum pernah melaju hingga fase ini. Prestasi terbaik mereka adalah men­embus babak semi-final pada edisi 1993 dan 1998, yang mana di kesempatan pertama sukses jadi juara ketiga.

Namun kali ini Darren Mattocks cs tak bisa dibilang kebetulan melaju ke final. Setelah tampil impresif di Copa America 2015 lalu, Jamaika menuju puncak Piala Emas 2015 dengan jadi juara Grup C, serta mengalahkan Haiti dan tuan rumah, Amerika Serikat, dalam 90 menit.

Sementara itu Meksiko juga jadi kejutan lainnya di laga final, meski jadi raja turnamen dengan koleksi enam gelar juara. Tim asuhan Miguel Herrera memang tengah terpuruk dalam dua tahun terakhir, dengan rentetan ha­sil negatif.

Hal itu juga tampak jelas dalam perjalanan Los Tri­colores menuju puncak. Hanya lolos sebagai runner-up Grup C, Meksiko melalui babak gugur dengan selalu menang melalui babak perpajangan waktu, plus hadiah penalti! Ya, Carlos Vela cs dihadiahi tiga penalti beruntun di babak perempat-final dan semi-final, yang imbasnya sukses meloloskan mereka ke final. Kontroversi timbul, tapi harus diakui jika secara keseluruhan permainan Me­ksiko memang lebih baik ketimbang lawan-lawannya.