Untitled-10JAKARTA TODAY – Penyidi­kan kasus korupsi dana haji dengan tersangka eks Menteri Agama Suryadharma Ali telah selesai. Berkas Suryadharma akan segera dilimpahkan ke pengadilan agar bisa segera disidangkan. Artinya, ia akan segera diadili.

“Hari ini saya tepat empat bulan ditahan KPK dan pada hari ini telah dinyatakan P21,” kata Suryadharma di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Sela­tan, Jumat (7/8/2015).

Berkas perkara Suryad­harma untuk dua kasus, yakni korupsi dana haji dan korupsi Dana Operasional Menteri (DOM) akan dijadikan satu. Untuk kasus dana haji, eks Ketum PPP itu disangka telah mengkorupsi dana haji dari tahun 2010-2013, sama halnya dengan DOM, dia juga disang­ka mengkorupsi DOM sejak tahun 2010, saat awal menjadi Menteri Agama. “KPK dugaan­nya adalah Rp 1,8 triliun un­tuk dana haji, perhitungan kerugian keuangan negaranya belum ada sampai sekarang. Ditambah lagi saya ditahan 4 bulan, hari ini ada P21. Nah sampai hari ini kita nggak tahu, ditambah lagi dengan DOM. Saya tanya, DOM ini pel­anggaran hukumnya mana, nggak dijawab. Kerugian nega­ranya di mana, nggak dijawab, jadi apa dasarnya,” jelas Sury­adharma.

Baca Juga :  Sedang Berboncengan, Pasutri di Banjarmasin Tertimpa Pohon Tumbang

Meski akan segera menjala­ni persidangan, eks Menteri Agama itu tetap menuduh bah­wa KPK bersikap sewenang-wenang. Suryadharma meng­klaim bahwa tak ada kerugian negara dalam kasus dana haji.

“Nah sekarang barang buk­tinya apa, 11 bulan saya jadi tersangka, barang buktinya tidak ada. Barbuk yang pal­ing utama dalam korupsi itu adalah kerugian negara, nah selama 11 bulan belum dite­mukan. BPK sebagai lembaga yang paling berwenang untuk menghitung kerugian negara belum melakukan penghitun­gan dan belum menyampaikan kepada publik berapa kerugian negara yang diderita akibat tin­dakan korupsi yang dilakukan oleh Suryadharma Ali yang menurut KPK dugaannya ada­lah Rp 1,8 triliun,” tegas Sury­adharma.

Baca Juga :  Diduga Lompat dari Tower, Pria di Lahat Ditemukan Tewas

(Yuska Apitya/net)