20150809_145614BOGOR TODAY – Harga daging sapi sepekan kebelakang benar-benar menggila. Bahkan, banyak pedagang daging yang memutuskan untuk tutup warung. Dampaknya mulai meluas, pedagang bakso pun mulai was-was persediaan daging mereka habis.

Isu santer yang kini tengah meng­hangat di Kawasan Jabodetabek adalah pedagang bakso nekad membuat bak­so dari beraneka daging. Daging yang paling mencuat dipakai untuk mem­buat bakso adalah tikus, celeng dan anjing.

Salah seorang pedagang bakso di Kampung Kebonkelapa, Kelurahan Ba­ranangsiang, Kota Bogor, Iya Suryana mulai kelimpungan mencari daging sapi. “Sekarang pedagang di pasar lagi pada demo enggak jualan, makanya enggak dapet daging hari ini,” ujar pria yang akrab disapa Iya.

Baca Juga :  Generasi Emas Harus Siap Secara Fisik Maupun Mental

Selain itu dirinya mengaku daging yang dijadikan bakso hari ini meru­pakan stock daging yang memang di­simpan dari dua hari terakhir.

“Daging yang ada di bakso seka­rang saja itu daging kemarin yang me­mang saya stock itupun sudah habis,” ungkapnya.

Disinggung soal harga yang di­dapat Iya mengungkapkan pada saat lebaran saja dirinya mendapat harga spesial padahal lebaran itu merupakan puncak harga daging sapi dibanding hari-hari lainnya. “Saya lebaran saja bisa dapat Rp110 ribu, sekarang 130 ribu hingga 140 ribu itupun susah sekali didapat,” bebernya.

Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Hapus Pengajuan Uang Penyertaan Modal Perumda Pasar Pakuan Jaya

Iya mengaku akan menutup tok­onya jika para pedagang daging ma­sih tidak jualan besok. “Kalau besok masih susah juga, besok saya bakalan tutup warung mas,” kata dia.

Soal maraknya kabar banyaknya bakso yang dibuat dari daging celeng, Iya membantah. “Oh, saya nggak tau kalau pedagang bakso lain. Kalau saya mah masih pakai sapi,” kata dia.

(Gun­tur Eko Wicaksono)