CakeFamilyAZIZLewat brand bernama Krucils Cake Bogor, Fadhilah mengaku sudah menerima order ratusan bahkan ribuan kue sejak memulai usahanya pada empat tahun lalu. “Pada prinsipnya, saya suka prakarya dan hobi makan. Tapi saya belum tahu ingin mengerjakan apa. Sekitar 2011 ada lomba menghias cupcake di bazzar komplek perumahan, saya ikut dan jadi juara kedua. Hadiahnya adalah buku menghias kue dengan fondant karya Ibu Lizzarni Kue Ratu,” ceritanya kepada BO­GOR TODAY.

Isi buku tersebut membuat Fadhilah tertarik untuk mencoba hal baru dalam membuat dan menghias kue. Tidak hanya dari buku, ia pun aktif mencari menge­nai cara-cara membuat kue dasar di dunia maya dan sumbe rlainnya. Kebetulan, saat itu sedang booming kue karakter.

“Kue berkarakter lagi populer ketika itu. Kemudian saya mulai mencoba mempraktikkan isi buku tersebut. Selain itu, saya membeli buku lain untuk referensi. Saya juga menyediakan alat dan bahan untuk fasilitas belajar. Dengan berbekal buku, tutorial di internet dan membaca blog-blog orang lain,” kata dia.

Keterampilan Fadhilah pun makin terasah. Akh­irnya ia mulai berani untuk membuat kue ultah kara­kter yang dikonsumsi sendiri dan keluarga. “Respon keluarga cukup baik. Saya makin bersemangat untuk berkreasi,” imbuh Fadhilah.

Hobinya membuat kue membawa harum nama Fad­hilah. Para tetangganya pun mendengar dan mengenal Fadhilah sebagai pembuat kue yang berbeda dari kue kebanyakan. Ya, kue karakter buatannya memang san­gat mengandalkan inovasi dan kretifitas.

“Pelanggan pertama yang membeli kue saya adalah tetangga dekat rumah. Pelang­gan kedua, ketiga juga masih tetangga dekat. Lama-lama beberapa tetangga jadi tahu kalau saya adalah pembuat dan penjual kue, dan bertambahlah tetangga yang memesan kue hias ke saya,” katanya.

Untuk mengembangkan bisnis­nya itu, Fadhilah pun aktif ber­promosi di media sosial. Karena bisnis ini mengandalkan ide, Fadhilah juga tak berhenti untuk belajar untuk meng­hasilkan produk baru agar pasar tidak jenuh.

“Sebelumnya memang saya sering mengunggah hasil belajar saya ke media sosial. Sambil membuat pesanan, saya terus mempelajari se­luk beluk dekorasi kue karakter dengan terus mengi­kuti grup diskusi di medsos, membeli buku-buku dan melihat tutorial di YouTube atau Blog milik orang lain. Semua hasil karya saya, saya dokumentasikan dan se­lalu diunggah ke media sosial. Kemudian teman-teman di media sosial pun mulai memesan,” jelasnya.

Kendala mulai datang. Bentuk permintaan pesan­an kue kian beragam. “Tantangan untuk menger­jakan pesanan kue yang bentuknya lebih sulit, mulai berdatangan. Sambil terus belajar, saya juga terus menerus mengerjakan pesanan tersebut dan terus mendokumentasikannya dan mengunggahnya di Fan Page dan blog,” terang dia.

Kini, hampir semua permintaan bentuk karakter bisa dibuatkan oleh Fadhilah. Lewat usahanya yang bermodalkan Rp100 ribu, Fadhilah pun sekarang bisa mengantungi pendapatan Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulannya. “Saya belum punya toko. Penjualan masih dalam bentuk online saja,” pungkasnya.

Untuk harga jual, Krucils Cake Bogor membanderol Rp80 ribu per 4 pcs untuk cupcakes. Dan cake karakter rata-rata mulai Rp275 ribu (ukuran 20cm).

(Apriyadi Hidayat)