HL”Kami ingin menyempurnakan fasilitas layang dan gantole, namun karena kepemilikan masih di tangan PTPN VIII, Pengcab PLGI tidak bisa berbuat apa-apa,” Ketua Pengcab PLGI Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Lahan tempat latihan para atlet yang berada di bawah asuhan Pengurus Cabang (Pengcab) Per­satuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) Kabupaten Bogor merupakan milik PT Perkebunan Nasional VIII dengan status pemin­jaman.

Oleh sebab itu, Pengcab PLGI Kabupaten Bogor terus mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera melakukan ko­munikasi intensif dengan PTPN VIII agar pengelolaan take off sirkuit paralayang dan gantole di Gunung Mas Puncak dialihkan pengelolaan­nya ke Kabupaten Bogor.

Ketua Pengcab PLGI Kabu­paten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa pihaknya su­dah sejak lama mengajukan ke­pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bo­gor selaku induk olahraga di Ka­bupaten Bogor. Namun belum ada langkah nyata yang dilakukan oleh KONI Kabupaten Bogor.

”Kami ingin menyempurnakan fasilitas layang dan gantole, na­mun karena kepemilikan masih di tangan PTPN VIII, Pengcab PLGI tidak bisa berbuat apa-apa. Seha­rusnya untuk fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) meru­pakan milik Pemkab Bogor,” kat­anya kepada BOGOR TODAY, Senin (10/08/15).

Baca Juga :  Tiga Tim Negara Berhasil Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022

Wawan menerangkan, penam­bahan fasilitas sirkuit paralayang dan gantole ini penting untuk mewujudkan target Kabupaten Bo­gor sebagai pusat kegiatan wilayah seperti yang dicanangkan oleh Bu­pati Bogor, Nurhayanti.

”Saat ini surat rekomendasi tersebut sudah ada di tangan KONI Kabupaten Bogor dan harus segera diserahkan ke Bupati, agar secepatnya kami benahi sirkuit ini,” lanjut Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupateb Bogor ini.

Mengatakan bahwa pihak PTPN VIII telah membuka diri un­tuk melakukan kerjasama dengan Pemkab Bogor terkait pengelo­laan lahan pertandingan paralay­ang dan gantole di kawasan mi­liknya. ”Kami sih welcome, tinggal menunggu dari Pemkab Bogor seperti apa,” tukasnya.

Namun Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Bogor, Rusdi AS mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penjajakan ke Gunung Pancar untuk dijadikan venue paralayang dan gantole. Pasalnya, venue Gunung Mas tidak memadai untuk menjadi venue semua no­mor pertandingan.

”Nanti setelah saya pelantikan dan menggelar rapat kerja (raker), kami akan melakukan penjajakan kesana (Gunung Pancar, red). Saya lihat disana memenuhi standar untuk semua nomor pertandin­gan paralayang dan gantole,” kata Rusdi.

Baca Juga :  Daftar Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022, Sekaligus Jadwal Pertandingan

Lebih lanjut Rusdi menarget­kan bahwa keseluruhan venue paralayang dan gantole di kedua tempat tersebut bakal siap digu­nakan pada saat Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Pekan Olah­raga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII/2018 nanti.

Sementara itu, Menteri Pemu­da dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melemparkan wacana bahwa paralayang dan gantole bakal diusulkan masuk menjadi salah satu nomor pertandingan di ajang Asean Games 2018 men­datang. Komite Olimpiade Indone­sia akan segera melakukan survei lapangan.

”Sudah tidak diragukan lagi tempat ini layak untuk menjadi venue pertandingan sekelas Asean Games. Nanti akan saya perjuang­kan untuk masuk menjadi salah satu nomor yang dipertanding­kan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Nurhayanti juga turut mendu­kung agar olahraga layang dan gantole ini diikutsertakan dalam Sea Games mendatang dan segera berkomunikasi dengan PTPN VIII setelah hasil kajiannya selesai.

“Sebagai Bupati saya mendu­kung, apalagi banyak atlet para­layang dan gantole dari Kabupaten Bogor yang memilki prestasi baik di tingkat nasional ataupun inter­nasional,” tutupnya. (*)