BOGOR, Today – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemen­pora) saat ini tengah memfokus­kan diri pada pembinaan atlet sepakbola usia dini sembari membenahi persepakbolaan profesional di Tanah Air.

Menteri Pemuda dan Olah­raga (Menpora) Imam Nahrowi, optimistis sepak bola profe­sional dan pembinaan sepak­bola usia dini akan terus berja­lan meskipun kementeriannya telah membekukan PSSI.

Imam yang ditemui usai membuka event World Para­gliding Accuraty Competition (WPAC) di Puncak, Ka­bupaten Bogor men­gatakan, setelah BOPI menilai objektif event organizer maka segera di­buka piala ke­merdekaan yang dikuti klub-klub profesion­al. “Pada l e v e l s e n i o r sepakbo­la nasi­onal har­us dibuat a t u r a n yang jelas, s e h i n g g a kami bekukan PSSI untuk dibenahi agar cita-cita meraih prestasi yang tinggi bisa terlak­sana,” katanya.

Baca Juga :  IPB RUN 2022, Lari Sambil Tanam Pohon Langka

Dikatakannya, selain mem­benahi sepakbola di tingkat na­sional, kementeriannya juga ter­us melakukan pembinaan sepak bola usia dini. Itu terus dilaku­kan walaupun kompetisi klub profesional sedang berhenti.

“Senin (10/8/2015) lalu saya menghadiri kompetisi sepakbo­la di usia remaja U15 di Pasuru­an dan di Malang pada akhir bu­lan ini untuk kompetisi tingkat U 12. Kompetisi sepakbola usia dini tidak hanya berlangsung di pulau Jawa tetapi juga diluar pu­lau Jawa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buntut Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Lebih lanjut dikatakannya, agar kompetisi sepakbola pro­fesional di Indonesia berjalan dengan maksimal (tanpa suap). Dan bisa berjalan tanpa ada ekses negatif seperti kerusuhan antara suporter. Maka kedepan, pemerintah akan melibatkan peran kepolisian dalam PSSI.

“Kalau kemarin polisi dili­batkan hanya dalam pengaman­an dan ketika terjadi kerusuhan antar suporter, maka kedepan peran kepolisian akan lebih dari itu demi tercipta kompetisi sepakbola yang sehat,” pung­kasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)