Untitled-6Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bakal terjun ke bisnis properti. Perusahaan yang biasanya mencetak uang ini akan mendirikan komplek perkantoran, apartemen, hotel, kondominium dan pusat perbelanjaan dengan nilai investasi sekitar Rp 4 triliun.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Direktur Utama Peruri, Prasetio, mengungkapkan, Ge­dung dengan konsep green building ini akan dibangun dengan melibatkan 10 BUMN karya.

Menurut Prasetio, gedung yang berlokasi di Jalan Falate­han Blok M, Jakarta tersebut berdiri di lahan seluas 5,4 hektare milik Peruri. “Dengan proyeksi luas gedung 300.000 meter per segi, maka dana in­vestasi yang dibutuhkan ter­gantung KLB (koefisien lantai bangunan) atau berkisar Rp 4 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Peruri menginginkan dalam pem­bangunan proyek tersebut dilaksanakan dengan pola kemitraan yang melibatkan 10 BUMN karya. Saat ini proses “beauty contest” sedang ber­langsung. Sebanyak 10 BUMN karya segera memasukkan penawaran.

Jika proses penawaran ten­der selesai pada akhir 2015, maka pemasangan tiang pan­cang atau ground breaking akan dilakukan pada awal 2016. Dengan waktu pembangunan sekitar 2-3 tahun, maka gedung tersebut diharapkan dapat di­operasikan pada awal 2018.

Adapun skema pembangu­nannya, tengah dibahas dengan tiga opsi yaitu built oper­ate and transfer (BOT), kerja sama operasional (KSO), dan strata title dengan pembatasan.

Selain BUMN Karya kata Prasetio, Peruri juga akan me­minta keterlibatan Bank BUMN untuk ikut berpartisipasi dalam hal pembiayaan. “Kami (Peruri) memiliki lahan, BUMN Karya yang membangun, dan Bank BUMN dari sisi pendanan. Inilah yang disebut dengan kemitraan BUMN,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat yang bersamaan proses pemban­gunan gedung Peruri tersebut sedang meminta dukungan dari Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan termasuk dengan Pemda DKI Jakarta.

Pembangunan gedung terse­but ujar Prasetio, bagian dari transformasi bisnis perseroan di bidang jasa pengembangan lahan dan aset perusahaan melalui anak usaha Peruri di bidang properti. “Selain pem­bangunan gedung di Jalan Falatehan, Peruri juga secara perlahan sedang merevitalisasi aset Peruri yang berada di 12 lokasi, seperti di Padalarang, Gadog, dan di sejumlah kota lainnya,” ujarnya. (KTN)