alfian mujani 240DALAM banyak lit­eratur, sombong itu disebut penyakit jiwa. Dalam bahasa agama, sombong dilukiskan sebagai bentuk kegembi­raan setan. Hilir dari kesombongan sebetulnya sama, yakni akan mem­bawa kita pada kejatuhan yang sangat dalam.

Sebagai penyakit, sombong bisa meng­hinggapi siapa saja. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Sombong pada level 1: karena faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih terhormat. Sombong level 2: karena faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten dan lebih ber­wawasan dibandingkan orang lain. Sombong level 3: Karena faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri lebih bermoral, lebih pe­murah dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Menurut Aa Gym, semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula dide­teksi. Sombong karena materi mudah terli­hat. Namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit dibaca, karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Sung­guh berbahaya….!