BOGOR, Today – Ketua Komite Olah­raga Nasional Indonesia Jawa Barat (KONI Jabar), Ahmad Saefudin men­jamin bahwa cabang olahraga (cabor) dansa menjadi salah satu cabor yang akan dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.

“Saya berani memastikan bahwa cabor dansa masuk menjadi salah satu nomor olahraga yang dipertand­ingkan. Nomor ini juga diproyeksikan menjadi salah satu nomor andalan untuk mendulang medali. Saya cu­kup yakin pedansa dari Kabupaten dan juga Kota Bogor yang saat ini tengah menjalani pelatda, bisa mem­perlihatkan kemampuan terbaik mer­eka,” ungkapnya.

Terkait untuk venue dansa send­iri, dirinya pun menjelaskan tidak menjadi kendala. Menurut dia, cabor dansa ini bisa diadakan di beberapa hotel yang ada di Kota Bandung mau­pun di beberapa wilayah yang juga ditunjuk sebagai tuan rumah. “Un­tuk venue dansa saya rasa juga tidak menjadi masalah. Kita bisa adakan di hotel-hotel atau pun gedung perte­muan yang banyak tersedia di Jawa Barat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Ghanim Al-Muftah, Sosok Difabel yang Membaca Ayat Al-Quran Pada Opening Ceremony Piala Dunia 2022

Sementara itu, Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Olahraga Dansa In­donesia (IODI) Kabupaten Bogor ber­harap penuh agar cabang olahraga tersebut bisa dipertandingkan pada ajang PON XIX/2016 mendatang. Hal itu berdasarkan pada keyakinan pen­gurus cabor, yang cukup optimis jika atlet dansa mereka mampu menyum­bangkan medali untuk kontingen Jawa Barat selaku tuan rumah.

“Kita sangat berharap besar ca­bor ini (dansa, red) bisa dipertand­ingkan di PON tahun depan. Apalagi kami memiliki tiga pasang pedansa di nomor latin yang memang cukup bisa diandalkan. Saat ini, mereka pun tengah mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda) di Bandung, un­tuk mempersiapkan diri agar lebih matang lagi hingga bisa menyum­bangkan medali untuk tuan rumah,” ungkap Sekum IODI Kabupaten Bo­gor, Iwan Kurniawan.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar

Optimisme Iwan didukung den­gan makin banyaknya provinsi yang memiliki cabor dansa di Tanah Air. “Waktu PON Riau dulu dansa tidak dipertandingkan, semoga PON besok bisa masuk salah satu nomor yang dipertandingkan. Saat ini saja ada 13 provinsi yang memiliki cabor dansa, tahun lalu hanya berjumlah sembilan saja,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)