1382037_656852834345686_11893570_nBisnis olahan ayam terus berkokok. Tawaran kemitraan pun tumbuh subur. Salah satunya datang dari gerai camilan olahan ayam, ChickenCrips. Ada lima paket yang bisa dipilih, mulai dari Rp 55 juta hingga Rp 149 juta. Mitra akan mendapatkan booth, perlengkapan usaha hingga promosi. Targetnya balik modal mitra usaha sekitar setahun.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Meski sudah begitu banyak tawaran menu olahan ayam yang beradar di masyarakat, namun potensi pasar makanan satu ini belum surut. Apalagi kini makin banyak bermunculan inova­si menu olahan ayam, sehingga penikmat ayam tidak merasa bosan mengonsumsi menu itu-itu saja. Seperti David Afriantoni yang menjajal peruntungan lewat usaha kuliner ChickenCrips.

Bisnis yang berdiri sejak Agustus 2012 ini menawar­kan aneka camilan olahan ayam. Sebut saja sayap ayam goreng, chicken chop grilled, chicken chop, chicken popcorn, dan beberapa menu pendamping lainnya seperti kentang goreng, ikan dori fillet dan tempura. Saat ini dia sudah memiliki tiga gerai pribadi. Dengan menjalankan sistem kemitraan usaha sejak September 2012 silam, David telah memiliki empat gerai milik mi­tra usaha.

Jika ingin bergabung menjadi mitra, ada lima paket investasi yang ditawarkan. Yakni tipe booth Rp 55 juta, tipe island indoor Rp 89 juta, tipe island outdoor Rp 99 juta, tipe foodcourt seharga Rp 98 juta dan tipe cafe se­nilai Rp 149 juta. Tipe booth akan mendapatkan fasilitas booth, peralatan masak lengkap, freezer, dan bumbu.

Adapun tipe island indoor dan outdoor akan mendapatkan fasilitas yang sama, hanya saja je­nis booth yang didapatkan berbeda. Mitra juga akan mendapatkan TV, satu unit mesin kasir dan banner. Untuk tipe foodcourt mendapatkan fasilitas sama den­gan paket island, namun dengan desain booth standar. Selanjutnnya tipe cafe akan mendapatkan fasilitas de­sain kafe, kursi, meja, dua unit TV, dua mesin kasir, peralatan masak lengkap, freezer, alat promosi, show­case minuman dan bumbu.

Tidak ada royalti fee

Harga menu yang ditawarkan berkisar Rp 18.000- Rp 25.000 per porsi. Dari gambaran gerai yang sudah beroperasi, rata-rata omzet yang didapatkan seki­tar Rp 3 juta-Rp 4 juta per hari. Jika dihitung-hitung, dalam sebulan omzet yang bisa dikantongi sekitar Rp 90 juta hingga Rp 120 juta. Setelah dikurangi bi­aya bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra usaha masih bisa meraup laba bersih sekitar 20%. Sehingga target balik modal sekitar setahun.

Jangka waktu kerjasama selama dua tahun sampai tiga tahun. Jika ingin memperpanjang kerjasama, mitra akan dikenakan biaya kerjasama 30% dari nilai investa­si awal. Namun, David tidak mengenakan biaya royalti. Hanya saja David mewajibkan mitra membeli bahan baku dari pusat seperti daging, bumbu dan kemasan.

Dia mengklaim, kelebihan produknya adalah har­ga jual yang ramah di kantong tapi kualitas rasa dan bahan baku tetap terjaga.

Erwin Halim, pengamat waralaba dari Proverb Consulting mengatakan, bisnis olahan makanan dengan berbahan dasar ayam memang masih me­narik. Namun, calon mitra usaha harus lebih dulu mencermati bukti keuangan pusat untuk mem­buktikan target balik modal usaha. (KTN)