Untitled-15BOGOR TODAY – Ketidakjelasan program re­lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan MA Salmun ke kawasan Jambu Dua, Tanahsareal, Kota Bogor, melahirkan polemik baru. Lahan yang akan dipakai untuk relokasi PKL malah menjadi tempat mesum lantaran tak diisi ber­bulan-bulan.

Hasil penelusuran BOGOR TODAY di lokasi lahan milik Kwawijaya Hendricus Ang (Angka­hong) tersebut memperlihatkan banyak anak baru gede (ABG) yang nongkrong di lahan tersebut. Bahkan, banyak sekat kamar yang dikomersilkan untuk kegiatan prostitusi. Se­bagian sekat kios juga menjadi tempat tidur pemulung.

Tak hanya lokalisasi, nganggurnya lahan berbulan-bulan juga berakibat pada kebersihan. Rumput mulai merayap ke badan bangunan.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua, Dedi Suhar­to, mengatakan, memang untuk sekarang la­han tersebut yang ada dibelakang blok B Pasar Jambu Dua, telah beralih fungsi. Dirinya men­jelaskan, selain menjadi tempat pembuangan sampah, juga sering dipergunakan untuk me­sum. “Jika sudah malam, tempat itu sepi dan jarang orang mau ketempat tersebut. Makanya banyak yang meyalahgunakan tempat terse­but,” kata dia.

BACA JUGA :  Melalui Temu TPT, Pemkab Bogor Serius Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat Cegah Tuberkulosis 

Dedi juga menegaskan, selain penyalahgu­naan lahan, pihaknya juga kecewa terhadap pengelola lahan yang terdahulu. Ia membe­berkan, bahwa Rudi selaku mantan pengelola lahan tersebut, sampai sekarang tidak mem­berikan data pedagang blok A dan B Pasar Jambu Dua.

“Seharusnya Rudi bekas pengelola lahan Angkahong, kooperatif dalam memberikan data. Itu kan data pedagang jadi sangat pent­ing bagi kami,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Us­mar Hariman, mengatakan, untuk relokasi PKL MA Salmun tidak bisa dilakukan karena objek hukum lahan tersebut belum selesai. “Terlampau beresiko untuk segera melaku­kan relokasi PKL dan mengoptimalisasi lahan tersebut. Karena proses hukum lahan tersebut belum selesai, pemanggilan saksi saja masih dilakukan Kejari Bogor, kami masih menunggu proses dari Kejari Bogor,” kata dia.

BACA JUGA :  Sajian Lezat dengan Bubur Sagu Mutiara dan Jagung yang Lembut dan Nikmat

Usmar kembali membeberkan, pihaknya harus cermat mengkaji dalam meperbaiki la­han Jambu Dua. Ia mengaku, tidak ingin meru­bah bentuk lahan Jambu Dua, pihaknya tidak ingin ada pihak luar berspekulasi jika revital­isasi dan optimalisasi dilakukan, bisa saja ada yang berfikir ini pengerusakan alat bukti.

“Memang lahan Jambu Dua sudah ke­wenangan Pemkot Bogor, tapi lahan tersebut­kan sedang dalam ranah hukum,” tuntasnya.

(Rizky Dewantara)

======================================
======================================
======================================