20150831_133849Penjualan properti di pasar sekunder mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pasar yang lesu juga membuat harga properti terkoreksi. Namun, lesunya pasar properti, ternyata tak harus disikapi secara berlebihan. Suramnya pasar justru bisa dimanfaatkan untuk mulai berburu hunian. Kenapa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Pimpinan HousingEs­tate, Joko Yuwono, me n g u n g k a p k a n bahwa lesunya pasar properti, merupakan peluang besar bagi investor dan calon konsumen untuk membeli dan memborong rumah, mau­pun jenis properti lainnya seperti apartemen, dan ruko.

“Saat sedang lesu, pengem­bang akan menawarkan harga rumah dengan berbagai macam promosi menarik. Mulai dari po­tongan harga atau diskon, gratis biaya KPR selama dua tahun per­tama, uang muka ringan dan lain sebagainya,” ujar Joko kepada BOGOR TODAY di sela konferensi pers HousingEstate Expo 2015 di Botani Square, kemarin.

 Pengembang, lanjut Joko, tak akan mengambil risiko dengan menaikkan harga jual yang terlalu tinggi. Mereka justru menempuh cara menu­runkan marjin keuntungan dengan memberikan potongan harga atau gimmick lainnya untuk menarik minat pembeli. “Jadi, momen ini bisa dibilang waktu yang tepat untuk mem­beli properti. Nanti pasa saat pasar pulih kembali, aset prop­erti yang dibeli akan meningkat nilainya, jauh lebih besar dari nilai pada saat pembelian,” je­lasnya.

Terimbas Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar ru­piah terhadap dolar Amerika Serikat memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor properti di Indonesia. Lemahn­ya rupiah berpengarung secara langsung terhadap daya beli masyarakat sehingga penjua­lan properti mengalami penu­runan.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda juga mengakui hal tersebut. Menurutnya lemahnya daya beli masyarakat terhadap prop­erti akibat menurunnya nilai tukar rupiah merupakan hal yang wajar dan pasti terjadi. “Pelemahan rupiah ini berpen­garuh pada lemahnya pertum­buhan industri properti dalam negeri,” ujar Ali.

Meski demikian, dia meyaki­ni pelemahan tersebut akan be­rakhir dalam waktu dekat. Bah­kan Ali yakin bisnis properti akan kembali menggeliat pada 2016 seiring meningkatnya be­lanja barang oleh pemerintah untuk mendorong pembangu­nan infrastruktur.

”Saat ini properti memang tengah melakukan keseimban­gan. Secara perlahan bisnis properti naik. Jadi kembali lagi di 2016-2017,” paparnya. Menu­rutnya, melalui upaya pemerin­tah yang mendorong pemban­gunan infrastruktur di dalam negeri diyakini akan memberi­kan dampak positif bagi per­tumbuhan ekonomi Indonesia.

HousingEstate Expo 2015

Untuk menggairahkan pasar properti serta memberikan ke­mudahan bagi calon konsumen dan pengembang, Joko menya­takan siap menggelar pameran bertajuk HousingEstate Expo 2015 mulai 1 hingga 6 Septem­ber 2015 di lantai LG Botani Square. Sebanyak 23 stand yang terdiri dari 19 pengem­bang perumahan, 1 perbankan dan 2 produk penunjang hu­nian ikut ambil bagian dalam helatan tersebut.

“Kami melihat pasar prop­erti di Bogor cukup berkem­bang. Lewat pameran ini, pengunjung akan dipermudah untuk mendapatkan hunian yang diinginkan. Terlebih ban­yak penawaran menarik yang coba ditawarkan,” tutur Joko.

Di HousingEstate Expo itu, penyelenggara mengumpulkan pengembang dari berbagai dae­rah, mulai dari Bogor, Depok, Sentul, Cibubur hingga Cile­ungsi. “Properti yang ditawar­kan mulai Rp100 juta hingga Rp1 miliar lebih,” tandasnya.

Pengembang yang ikut am­bil bagian diantaranya Metro Residence, Permata Bogor Res­idence, Royal Tajur, Harvest City, Villa Bogor Indah, Taman­sari Cyber, Sentul Alaya, Botan­ical Residence, Sentul City, Sen­tul Nirwana, Yasmin Square, Grand Depok City, Wartawang­sa Residence, Nirwana Golden Park, The Crystal Residence, Kiara Residence, Riscon Realty, Bizpark Vivo Sentul, Segnature Homes, Terracota Residence dan lain sebagainya.

Joko menambahkan, se­lain menawarkan rumah tipe terbaru, pengembang juga menawarkan promosi yang tak biasa. “Di pameran ini ada pengembang yang mena­warkan uang muka yang bsia dicicil hingga 12 kali, angsuran KPR gratis selama dua tahun, gratis biaya balik nama, BPH­TB dan pengurusan KPR. Ada juga yang menawarkan aneka bonus seperti akses internet, sambungan TV cable, furni­ture kamar dan enak perala­tan elektornik,” bebernya.

(Apriyadi Hidayat)