kereta-cepat-terpanjang-566-500x281JAKARTA, TODAY — Mega proyek kereta cepat (High Speed Train/HST) Jakarta-Bandung ke­mungkinan besar jatuh ke tangan China. Ini karena skema pembiayaan yang ditawarkan China tidak akan membebani keuangan nega­ra alias APBN.

“Ini semua adalah investasi dari badan usaha (BUMN) dengan berpartner dengan China. Jadi betul-betul tidak ada beban kepada pemerintah,” kata Menteri Badan Usaha Mi­lik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat hadir dalam rapat koordinasi soal HST di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/9/2015). Menurut Rini, China bersama BUMN Indonesia akan mengembangkan kereta cepat rute Jakarta-Bandung. BUMN akan menyediakan lahan untuk pengembangan kereta cepat ini.

BUMN yang terlibat antara lain PT Wijaya Karya Tbk sebagai ketua, PT Kereta Api Indonesia (Perse­ro), PT Jasa Marga Tbk hingga PT Perkebunan Nusan­tara VIII (Persero). “Modal yang akan kita berikan itu tanah untuk stasiun,” sebutnya.

Baca Juga :  Terkait Dana Mobil Ambulan, Warga Sipak Siapkan Audiensi Lanjutan

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Bam­bang Brodjonegoro menegaskan proyek kereta cepat tidak memakai APBN.

Terkait adanya alokasi anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Wijaya Karya (Wika), Bambang menyebut suntikan PMN bukan untuk kereta cepat. Wika dalam pembahasan RAPBN 2016 mengajukan PMN Rp 3 triliun sebagai modal awal proyek kereta Cepat. “Nggak ada uang APBN, PMN hanya untuk tambah modal perusahaan,” kata Bam­bang.

Pada rapat koordinasi kali ini akan hadir antara lain Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala Bappe­nas Sofyan Djalil.

Sejumlah BUMN konstruksi bersama perusahaan-perusahaan China membentuk konsorsium bersama, terkait studi poyek pembangunan kereta cepat Jakar­ta-Bandung. Dari BUMN Indonesia dipimpin oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), sedangkan dari China dip­impin oleh China Railway.

Baca Juga :  Imbas Harga Minyak Goreng Murah Minimarket, Pedagang di Pasar Tradisional Merugi

Anggota konsorsium BUMN untuk kereta cepat Jakarta-Bandung antara lain Jasa Marga, PTPN VIII, INKA, dan LEN Industri. Sedangkan anggota kon­sorsium dari China antara lain China Railway Inter­national, China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation Limited, The Tird Railway Survey and Design Institute Group Corporation (TSDI), China Academy of Railway Sciences, CSR Corporation, Chi­na Railway Signal and Commucation Corporation.

BUMN PT Wijaya Karya Tbk telah mengajukan suntikan modal Rp 3 triliun dari pemerintah melalui skema penyertaan modal negara (PMN) dalam ran­cangan APBN 2016, salah satunya untuk modal mem­bangun kereta cepat.

(Alfian M|net)