HL-(1)Mitsubishi yang tengah mempersiapkan Low MPV baru dengan membangun pabrik di Deltamas, Bekasi kecolongan start oleh Honda yang meluncurkan BR-V di GIIAS

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Langkah PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam me­luncurkan perdana BR-V di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) memang men­gundang perhatian dunia. Tapi, sebenarnya jika dilihat lebih seksama, ada merek lain yang boleh dibilang terancam akan hadirnya BR-V di Indonesia. Siapa itu?

Jawabannya Mitsubishi, pasalnya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) tengah menyiapkan model baru, di segmen kendaraan multi guna bawah (low multi purpose ve­hicle/LMPV) untuk diluncur­kan akhir 2016 atau awal 2017 mendatang. Persiapannya tidak tanggung-tanggung, pabrik baru senilai Rp 6,6 triliun disiapkan KTB untuk menopang produksi “mobil sejuta umat” Mitusbishi di Greenland International In­dustrial Center (GIIC) Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Kapasitasnya juga mumpu­ni, mencapai 150.000 unit per tahun, bahkan bisa diekspansi hingga 240.000 unit per ta­hun. Lantas, mengapa lahirnya BR-V akan bersinggungan den­gan model baru yang tengah disiapkan Mitsubishi? Karena kedua model yang ditawarkan, punya karakter yang sama.

Honda BR-V dikembangkan dari Mobilio, dengan tampilan wajah baru dan kaki-kaki yang lebih kekar dan tinggi, sehing­ga diklaim sebagai crossover atau sport utility vehicle (SUV) kompak 7-penumpang di Indo­nesia. Menurut kami, BR-V ada­lah upaya perluasan segmen dilakukan Honda dari bahan Mobilio.

Melalui BR-V, Honda akan mendulang lebih banyak konsumen, plus margin leb­ih besar, dengan tambahan investasi yang minim, dari pengembangan platform Mo­bilio. Buktinya, meski belum diumumkan resmi berapa banderolnya, tapi ancer-ancer yang diberikan HPM, menye­butkan berkisar Rp 150 juta sampai Rp 300 jutaan. BR-V sendiri, di posisikan mengisi ceruk pasar di antara Mobilio dan HR-V.

Di sisi lain, KTB sudah be­berapa kali mendengungkan kalau MPV “sejuta umat” an­dalannya akan kental aura SUV sesuai dengan keahliannya di pasar otomotif dunia. Citarasa SUV yang mengental pada Pejero Sport, Outlander, dan ajang balap Dakar, akan sulit dihilangkan dari MPV low yang tengah disiapkan.

Artinya, MPV low Mitsubi­shi juga bakal menawarkan aura sporty khas SUV, bisa juga mirip-mirip crossover nantin­ya. Daya tampungnya tujuh pe­numpang dewasa, dengan ban­derol berkisar Rp 150 jutaan.

“Intinya kami tidak gentar sama sekali dengan model apa­pun yang ada di pasar. Kami sangat yakin kalau model kami (MPV low) akan bisa bersaing dengan baik di pasar otomotif nasional nantinya,” kata Ko­sei Tamaki, Executive General Manager of MMC Marketing Division di Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. (*)