319664_27c93ed3-647f-46b6-8ca8-da8f09a72d4eBagi masyarakat Indonesia, ketela atawa singkong merupakan makanan pengganti nasi. Selain rasanya manis karena mengandung karbohidrat cukup tinggi, mengolah singkong untuk dijadikan kudapan juga terbilang sederhana: direbus atau digoreng. Kini, kudapan dari bahan baku singkong telah banyak varian menunya.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Salah satunya adalah menu singkong khas Thailand. Di negeri gajah putih itu, singkong memang jadi makanan penu­tup yang disajikan dengan topping dari campuran gula serta kuah dari santan.

Untuk mencicipi menu singkong ala Thailand, Anda tak perlu jauh-jauh ke negeri asalnya. Di In­donesia, banyak pelaku usaha yang menawarkan menu singkong Thailand. Salah satunya, Okki Indianto, pengusaha kuliner asal Bekasi Timur, Jawa Barat.

Bendera usahanya adalah Singkong Thailand di bawah naungan PT Salira Group. Usaha ini didirikan Okki pada akhir tahun 2014. Untuk mengembangkan usahanya, pada Mei 2015, Okki mulai membuka tawaran kemitraan. Saat ini, Singkong Thailand punya tiga mitra yang terse­bar di Bekasi, Cikarang, dan Jakarta.

Ada tawaran kemitraan dari Singkong Thailand yang menjajakan singkong presto. Ada tiga paket investasi yang ditawarkan, yakni Rp 4,5 juta, Rp 5,5 juta, dan Rp 7,5 juta. Mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu kurang tiga bulan.

Dengan nilai investasi sebesar itu, mitra dapat fasilitas gerobak penjualan, panci presto, kom­por, tempat bumbu, bahan baku awal, banner, lampu neon, dan seragam karyawan. Perbedaan ketiga paket hanya ukuran gerobak dan panci presto.

Menurut Okki, kemitraan Singkong Thailand bebas dari franchise fee dan royalty fee. Namun, mitra wajib membeli bahan baku awal berupa topping saos santan dari pihak pusat. “Singkong kami masak menggunakan panci presto. Ini me­miliki teknik khusus, sehingga mitra akan diberi pelatihan,” jelas Okki.

Okki mengklaim, singkong ala Thailand mi­liknya memiliki beberapa keunggulan. Antara lain, teksturnya lembut karena dimasak dengan panci presto, tidak mengandung kolesterol, dan ditaburi cairan topping.

Ada empat varian menu singkong Thailand ala Okki, yakni singkong saos santan, singkong saos keju, singkong saos stroberi,, dan singkong saos cokelat. Harganya Rp 5.000–Rp 7.500 per porsi.

Menurut Okki, dalam sehari gerainya bisa menjual 50 porsi singkong Thailand. Dus, dari penjualan itu, Okki bisa meraup omzet Rp 300.000 per hari. Jadi, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu kurang dari tiga bulan. (KTN)