urlBOGOR TODAY – Sejumlah wali kota dan bupati di Indonesia tidak sepakat dengan wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengusulkan pembubaran Insti­tut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN/STPD).

“Membereskan rumah itu tidak perlu harus membong­karnya dan membangunnya lagi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan tapi tidak dengan membongkar,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, kemarin.

Dia mengatakan, alumni IPDN atau STPDN yang sudah banyak berkarir di pemerintahan adalah bukti jika mereka semua adalah pelayan masyarakat yang handal.

Bima mengaku dalam me­majukan dan membangun Kota Bogor banyak dibantu oleh lu­lusan STPDN dan karenanya dia berterima kasih atas semua upaya yang dilakukan itu. “San­gat membantu, mereka semua adalah orang-orang yang loyal. Dalam artian loyal pada pimpi­nan dan loyal pada rakyat. Pimpi­nan yang selalu memikirkan ma­syarakat itu diimplementasikan oleh keahlian dari para pejabat yang lulusan STPDN ini,” kat­anya.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Hal serupa diungkapkan oleh Wali Kota Singkawang Awang Ishak yang menyatakan jika per­nyataan yang dilontarkan oleh Ahok adalah pernyataan yang hanya ingin membuat perbedaan saja. “Saya heran juga kenapa bisa ada usulan seperti itu. Alum­ni STPDN itu banyak berbuat dan banyak membantu tugas-tugas pemerintahan karena mereka memang ahlinya,” katanya.

Awang mengatakan, setiap bidang di dunia ini ada ahlinya. Dalam menjalankan organisasi pemerintahan, membutuhkan orang-orang yang ahli dalam pelayanan administrasi dan itu dimiliki oleh lulusan STPDN.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan harus diurus oleh ahlinya yakni orang-orang yang memang punya latar belakang atau disiplin ilmu kesehatan seperti dokter, perawat dan bi­dan. “Yang mau saya sampaikan, semua ada ahlinya dan berikan­lah kepercayaan kepada ahlinya itu. Untuk administrasi dan tata kelola pemerintahan harusnya memang diisi oleh yang ahli pada bidangnya dan jangan menem­patkan orang kesehatan seperti dokter dan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Mengaku Sebagai Anggota Polisi, Pria di Bogor Diamankan

Sementara Bupati Lampung Utara Agung Ilmu juga mem­punyai pandangan yang sama mengenai lulusan dari IPDN tersebut. Menurutnya, mereka harus diberdayakan dan diberi­kan kesempatan. “Orang-orang yang menempuh pendidikan di STPDN itu semuanya terpilih melalui proses penjaringan yang ketat dan dididik dengan ilmu pemerintahan serta tata kelola administrasi,” katanya.

Agung mengaku, banyak alumni STPDN diberdayakan dan diberikan kesempatan untuk melayani masyarakat. Mulai dari pelayanan tingkat kelurahan, ke­camatan, bagian, badan maupun SKPD dijalankan oleh alumni STPDN.

(Yuska Apitya Aji)