IMG_9885BOGOR, TODAY — Kota Bogor dalam ancaman budaya dan produk impor dari negara Barat. Dampaknya, mulai dirasa meluas. Tak hanya pengaruh pada pola pikir generasi muda saja, sikap dan busana pun mulai terpengaruh.

Walikota Bogor, Bima Arya, mengaku mir­is dengan serbuan budaya dan produk impor yang banyak digandrungi masyarakat Kota Bo­gor, mulai dari para remaja hingga orang tua.

“Kita sekarang sedang di tengah-tengah foodcourt. Coba kita tengok sekelil­ing, terkadang memang ti­dak disadari karena sudah terbiasa. Namun semua nama toko yang ter­pampang warna-warni dan menarik itu semua produk impor,” ungkap Bima Arya ketika memberi sambutan di acara pembukaan Fes­tival Pencak Silat Bogor Today Cup I – 2015 di Botany Square, Kota Bogor, Kamis (10/9/2015).

 Pada pembukaan Festival Pencak Silat Bogor Today Cup-1 yang diikuti 412 pendekar dari 51 perguruan ini, tam­pak hadir antara lain Ayatullah Pencak Silat Dunia Eddi Nalapraya, Ketua PPM (Pemuda Panca Marga) Jawa Barat H Helmi Sutikno, Wakil Ketua PPM Pusat Ir. H Iedfil Jaya Anwar MSC, anggota DPR RI yang juga pendekar Dr Sunman­jaya Rukmandis, Ketua KONI Kota Bogor Basuki, Dandim 0606 Letkol M Akbar, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syahlan Rosidi, anggota DPRD Kota Bogor Kosasih Saputra, mantan anggota DPRD Kota Bogor Gatut Susan­ta, CEOO Agricon Group Harlan Bestari Bengardi, pendekar dari Cimande Ki Jatnika Nangga Miharja, tokoh Basolia Arifin Himawan, para pendekar antara lain Benny Raharja dan tamu undangan lainnya. Acara ini sangat menarik per­hatian para pengunjung Botani Square.

Baca Juga :  Banjir Merendam Ratusan Rumah di Pandeglang, Banten Disebabkan  Hujan Semalaman dan Aliran Air Tidak Lancar

Bima juga sangat mendukung tero­bosan budaya seperti festival Pencak Silat Bogor Today Cup I – 2015. Menu­rutnya, ini adalah terobosan baru untuk memboyong pencak silat dari padepo­kan ke tengah-tengah pusat keramaian perkotaan.

“Ini tempat kita, mari kita banjiri mall dengan produk-produk lokal. Mari kita warnai semua mall dengan budaya dan aksen lokal. Jangan sampai kebu­dayaan dan kearifan lokal seperti bu­daya pencak silat tergerus arus global­isasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Tempat Karaoke Dibakar, 11 Orang Tewas Terpanggang

Bima juga mengusulkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum dan menjadi kegiatan ekstr­akurikuler. “Saat ini di Bogor embrionya sudah ada. Pencak silat sudah menjadi muatan lokal (mulok) di beberapa seko­lah,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini mengaku terkesan dengan filosofi pencak silat yang menomorsatukan pembentukan mental dan kepribadian pesilat yang berbudi luhur. “Saya san­gat terkesan dengan budaya pencak silat yang memanusiakan manusia,” ucapnya.

Selain itu, Bima juga memastikan pencak silat ke depan menjadi bagian penting dari pelestarian budaya Pemer­intah Kota (Pemkot) Bogor. Ia juga bakal berkoorinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk me­masukkan festival pencak silat menjadi agenda rutin tahunan. “Seni dan buda­ya yang terkandung dalam pencak silat wajib untuk dilestarikan, tidak sekedar pertarungan silat seperti yang biasa terselip di turnamen dan kejuaraan olahraga. Jadi festival pencak silat ini patut menjadi agenda tahunan,” pung­kasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)