alfian mujani 240ABDURRAHMAN bin ‘Auf, konglomerat zaman Rosulullah, berkata: Ketika kita diuji dengan de­rita, kita masih bisa bersabar. Namun ke­tika kita diuji keba­hagiaan, kita gagal untuk sabar.”

Kesabaran diperlukan tak hanya ketika kita mendapatkan musibah, namun juga ketika mendapatkan kenikmatan. Suatu waktu, alam sangat damai. Angin pun sepoi-sepoi menyapa dahan dengan lembut. Semua makhluk terpesona, termasuk kera yang terbiasa men­derita menghadapi hantaman badai di atas pohon kelapa. Kera itu naik ke pohon kelapa menikmati keindahan dan kedamaian alam hari itu. Di ketinggian pohon itu si kera lebih merasa nikmat dengan angin sepoi hingga tertidur lelap. Longgarlah pelukan tangan si kera ke pohon kelapa. Maka, monyet itu jatuh saat alam sedang damai.

Kita sering kali seperti si kera itu. Ber­pegang kuat pada tali agama ketika sedang susah. Melepaskan pegangan ketika sedang bahagia sambil merasa bebas berbuat apa saja seakan tak mungkin ada sesuatu yang membuat kita jatuh. Tetaplah waspada. Celaka itu tak mesti karena musibah, bisa saja ka­rena kenikmatan. (*)