Ormas Islam Siapkan Somasi untuk BTM

BTMMasih belum ada tindak tegas dari Pemkot Bogor terkait keberadaan prostitusi pelajar di foodcourt Bogor Trade Mal (BTM), Jalan Djuanda, Kota Bogor, membuat ormas-ormas di Kota Bogor melayangkan surat keberatan ke Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Jika edaran keberatan ini tidakdiindahkan, ormas akan menggelar sweeping massal.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
Guntur_ada@ yahoo .com

Aktivis Pusat Pengembangan Is­lam Bogor (PPIB) yang juga merang­kap sebagai Ketua Mahkamah Laskar Front Pem­bela Islam (FPI) Pusat, Moh Machsuni Kaloko, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan surat somasi dan keberatan kepada walikota. Somasi ini di­tujukan untuk Komnas Perlind­ungan Perempuan dan Anak. “Kami tunggu sikap tegas pem­kot kalau memang tidak mau bergerak biar kita umat yang bergerak,” tegasnya.

Machsuni juga menyayang­kan terhadap sikap manajemen BTM yang terkesan membiar­kan kegiatan haram tersebut terjadi di lingkungannya. “Se­harusnya pihak manajemen ko­operatif dalam menyelesaikan masalah ini jika memang ada, ya bersihkan dari malnya,” be­bernya.

Lebih lanjut, Machsuni juga meminta kepada pemerintah jika merasa tidak sanggup un­tuk menangani permasalahan prostitusi yang ada di mal BTM, maka pihaknya akan langsung turun tangan untuk menyele­saikannya. “Kita-kita bakalan turun tangan, kalau pemerin­tah tidak mau bertindak terkait hal ini, kita akan bersihkan dan sweeping, kita bakalan pakai tangan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Belanda Juara Grup F Piala Dunia 2026, Jepang dan Swedia Ikut Melaju ke Babak 32 Besar

Terpisah, Ketua Umum Al- Amin (Aliansi Asatidz Muda Indonesia) Bogor, Habib Novel Kemal Alaydrus, meminta Pem­kot Bogor untuk bertindak te­gas. Pria berkelahiran Solo ini mengakui, adanya prostitusi pelajar yang ada di BTM. “Pak Bima Arya wajib bertanggung­jawab. Dia kan pemimpin. Su­dah sedianya memberantas praktik maksiat. Jika ada hal seperti ini, mohon ditindak setegas-tegasnya, tutup paksa saja.” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Novel Kemal Alaydrus, mengaku su­dah lama mengetahui mal BTM merupakan sarang prostitusi pelajar. “Memang sudah lama saya tahu hanya tidak ada tin­dakan sama sekali dari pemer­intah untuk hal ini, dari se­menjak mal BTM dibangun juga sudah ada prostitusi disitu,” bebernya.

BACA JUGA :  Persikabo All Star Tantang PSB Bogor di Laga Derby HJB ke-544

Selain itu, Habib Novel mempertanyakan tindakan pemerintah yang sampai saat ini belum ada realisasinya. “Media sudah angkat berita, ulama dan kiai sudah berunding, kita ting­gal tunggu tindakan tegas dari pemkot,” kata Habib Novel.

Menanggapi hal ini, Kasat­pol PP Kota Bogor, Eko Prabo­wo, mengatakan, pihaknya akan bertindak jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang kuat dan pihaknya meminta agar pihak ormas untuk tidak bertindak secara arogan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita menyarankan percayakan ke kita saja yang melakukan penye l i d i k a n , dan penindakan yang berkenaan dengan pelanggaran perda, pol pp dan instansi terkait lainnya insyaallah akan melakukan tindakan sesuai aturan yg ber­laku,” bebernya.

Dikonfirmasi, Properti Man­ager Bogor Trade Mall (BTM), Dimas Mituhu Setyowusono enggan berbicara banyak soal ini, dirinya mengklaim tidak mengetahui apa-apa tentang keberadaan prostitusi terse­lubung yang ada di foodcourt miliknya. “Prostitusi apa ya kang?,” kata dia. (*)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================