BTMMasih belum ada tindak tegas dari Pemkot Bogor terkait keberadaan prostitusi pelajar di foodcourt Bogor Trade Mal (BTM), Jalan Djuanda, Kota Bogor, membuat ormas-ormas di Kota Bogor melayangkan surat keberatan ke Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Jika edaran keberatan ini tidakdiindahkan, ormas akan menggelar sweeping massal.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com

Aktivis Pusat Pengembangan Is­lam Bogor (PPIB) yang juga merang­kap sebagai Ketua Mahkamah Laskar Front Pem­bela Islam (FPI) Pusat, Moh Machsuni Kaloko, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan surat somasi dan keberatan kepada walikota. Somasi ini di­tujukan untuk Komnas Perlind­ungan Perempuan dan Anak. “Kami tunggu sikap tegas pem­kot kalau memang tidak mau bergerak biar kita umat yang bergerak,” tegasnya.

Machsuni juga menyayang­kan terhadap sikap manajemen BTM yang terkesan membiar­kan kegiatan haram tersebut terjadi di lingkungannya. “Se­harusnya pihak manajemen ko­operatif dalam menyelesaikan masalah ini jika memang ada, ya bersihkan dari malnya,” be­bernya.

Lebih lanjut, Machsuni juga meminta kepada pemerintah jika merasa tidak sanggup un­tuk menangani permasalahan prostitusi yang ada di mal BTM, maka pihaknya akan langsung turun tangan untuk menyele­saikannya. “Kita-kita bakalan turun tangan, kalau pemerin­tah tidak mau bertindak terkait hal ini, kita akan bersihkan dan sweeping, kita bakalan pakai tangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bejat, Pria Paruh Baya di Bogor Lecehkan Bocah 7 Tahun

Terpisah, Ketua Umum Al- Amin (Aliansi Asatidz Muda Indonesia) Bogor, Habib Novel Kemal Alaydrus, meminta Pem­kot Bogor untuk bertindak te­gas. Pria berkelahiran Solo ini mengakui, adanya prostitusi pelajar yang ada di BTM. “Pak Bima Arya wajib bertanggung­jawab. Dia kan pemimpin. Su­dah sedianya memberantas praktik maksiat. Jika ada hal seperti ini, mohon ditindak setegas-tegasnya, tutup paksa saja.” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Novel Kemal Alaydrus, mengaku su­dah lama mengetahui mal BTM merupakan sarang prostitusi pelajar. “Memang sudah lama saya tahu hanya tidak ada tin­dakan sama sekali dari pemer­intah untuk hal ini, dari se­menjak mal BTM dibangun juga sudah ada prostitusi disitu,” bebernya.

Baca Juga :  Begal Kembali Beraksi di Bogor, Polisi Kejar Pelaku

Selain itu, Habib Novel mempertanyakan tindakan pemerintah yang sampai saat ini belum ada realisasinya. “Media sudah angkat berita, ulama dan kiai sudah berunding, kita ting­gal tunggu tindakan tegas dari pemkot,” kata Habib Novel.

Menanggapi hal ini, Kasat­pol PP Kota Bogor, Eko Prabo­wo, mengatakan, pihaknya akan bertindak jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang kuat dan pihaknya meminta agar pihak ormas untuk tidak bertindak secara arogan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita menyarankan percayakan ke kita saja yang melakukan penye l i d i k a n , dan penindakan yang berkenaan dengan pelanggaran perda, pol pp dan instansi terkait lainnya insyaallah akan melakukan tindakan sesuai aturan yg ber­laku,” bebernya.

Dikonfirmasi, Properti Man­ager Bogor Trade Mall (BTM), Dimas Mituhu Setyowusono enggan berbicara banyak soal ini, dirinya mengklaim tidak mengetahui apa-apa tentang keberadaan prostitusi terse­lubung yang ada di foodcourt miliknya. “Prostitusi apa ya kang?,” kata dia. (*)