Untitled-13Menurunnya daya beli masyarakat seiring dengan perlambatan ekonomi dalam negeri menjadi pemicu merugikan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) sebesar Rp 32 miliar di semester I-2015. Padahal, di periode yang sama tahun lalu, pemilik brand Giant ini masih mencatatkan laba Rp 95 miliar. Perseoran pun akan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis, termasuk rencana pembukaan gerai baru IKEA tahun ini di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) beren­cana memperluas jangkauan bisnis yang dimiliki dengan kembali mem­bangun sebuah gerai IKEA, seperti yang sudah dibangun di daerah Alam Sutera, Tang­gerang.

Direktur Hero Group, Arief Istanto, menjelaskan, gerai pertama IKEA yang ada di Alam Sutera, Tangerang, men­catat kinerja bisnis yang baik dan sudah sesuai dengan ha­rapan. Pasalnya, gerai tersebut meraih respons positif oleh masyarakat. Karenanya, hal itu menjadi dasar untuk dilaku­kannya sebuah ekspansi.

Arief mengungkapkan, jika tidak bisa dibangun di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur maka perseroan akan mencari daerah lain, yakni di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Karenanya, manajemen IKEA tengah mempersiapkan katalog untuk keduanya dilun­curkan pada September 2015. “Land bank untuk gerai IKEA kedua lima hektare. Jika tidak di Selatan dan Timur Jakarta, kita pilih daerah Sentul,” ujar Arief, belum lama ini. Arief mengatakan, pihaknya masih terus me-review kedua lokasi tersebut. Sehingga, di­harapkan perseroan mampu melangsungkan akuisisi tahun ini.”Harapannya bisa segera akuisisi tahun ini. Supaya, ta­hun depan langsung bangun. Karena kan mengurus periz­inan itu semuanya juga butuh waktu,” kata dia.

Baca Juga :  Imbas Harga Minyak Goreng Murah Minimarket, Pedagang di Pasar Tradisional Merugi

Disamping itu, terus melang­sungkan ekspansi ke daerah-daerah lainnya untuk menca­pai target total lima gerai Ikea di Indonesia dalam rancangan jangka panjang.

Namun, General Manager Ikea Indonesia Mark Maggie pun menegaskan sampai saat ini perseroan belum memu­tuskan target lokasi ekspansi. Menurut dia, perseroan akan terlebih dahulu mengevalu­asi performa gerai Ikea per­tama pasca satu tahun dari peluncuran yakni 15 Oktober 2015.”Kami masih akan men­gevaluasi kondisi pasar. Belum ada keputusan yang diambil terkait ekspansi gerai Ikea yang kedua,” ujar dia

Meskipun, menurut dia, se­jauh ini performa Ikea Serpong masih sesuai dengan ekspek­tasi awal. Bahkan telah men­datangkan 2,5 juta pengunjung dengan jumlah pelanggan se­banyak 700 ribu dalam waktu satu tahun. Hero Group men­gantongi lisensi waralaba asal Swedia itu pada 2012. Adapun, proses pembangunan Ikea Ser­pong kala itu dimulai pada Sep­tember 2012 dengan investasi sekitar USD 100 juta.

Baca Juga :  Imbas Harga Minyak Goreng Murah Minimarket, Pedagang di Pasar Tradisional Merugi

Arief menjelaskan, pembu­kaan gerai kedua Ikea lantaran respon positif pasar dengan peningkatan pengungjung tiap harinya. Bahkan di setiap week­end, jumlah pengunjung men­capai 4 ribu hingga 5 ribu pen­gunjung. Tentunya diharapkan dengan pembukaan gerai IKEA yang kedua bisa meningkatkan kontribusi terhadap kinerja perseroan.

Di tempat yang sama, Pres­iden Direktur HERO Stephane Deutsch mengungkapkan, mes­ki pun di semester I-2015 ini perseroan mencatatkan kinerja negatif, namun perseroan op­timistis hingga akhir tahun ini masih bisa mencatatkan laba. Perseroan melakukan berbagai antisipasi untuk memperbaiki kinerja perseroan.

”Kami sedang memperbaiki level stok kami, ini akan sedikit memperbaiki margin. Banyak menurunkan cost sehingga bisa membawa margin lebih baik. Saat ini yang sedang kami ker­jakan yaitu memperbaiki eco­nomic model di toko-toko kami sehingga bisa memperbaiki margin,” jelas dia.

Per 30 Juni 2015, perseroan mengoperasikan 641 gerai, yang terdiri dari 53 Giant Ek­stra, 155 Hero Supermarket dan Giant Ekspres, 337 gerai kese­hatan dan kecantika Guardian, satu gerai IKEA dan 95 conveni­ence stores Starmart.

(Apri/MTV/NRC)