Untitled-6SEBAGAI China Town, kawasan Surya Kancana menawarkan keberaga­man kuliner, yang menunjukkan makanan khas kota Bogor. Sebut saja asinan, salah satu makanan khas kota Bogor, yang menjadi favorit para wisatawan yang berkunjung ke Bogor. Asinan kerap kali dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bogor. Apalagi asinan yang berada di kawasan Suryakencana, yang memiliki cita rasa yang khas. Tak hanya itu, pernak-pernik kota Bogor pun, dapat dengan mu­dah didapatkan di kawasan ini.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Mardi Lim atau Lim Thiam Liong, salah satu warga sekitar Surya Kancana, kawasan ini memang layak untuk menjadi kawasan wisata. Selain kare­na memiliki beragam keunikan, kawasan ini juga merupakan pusat perdagangan kota Bogor.

Baca Juga :  Pengedar Sabu di Padarincang Serang Ditangkap saat Sedang Tidur Pulas

“Sejak dulu, saya sangat berharap jika ka­wasan Suryakencana ini dapat menjadi tujuan wisata, karena saya lihat, memang kawasan ini memiliki potensi untuk menjadi kawasan wisa­ta” tutur Mardi Lim

Apalagi, kawasan Surya Kancana, letaknya berdekatan dengan Kebun Raya Bogor, yang merupakan tujuan utama wisata kota Bogor. Ke­bun Raya Bogor, yang juga bisa disebut sebagai Landmark Kota Bogor, karena di dalamnya ter­dapat juga bangunan Istana Bogor.

Selain itu yang tak kalah penting dari ka­wasan Suryakencana adalah keberadaan bangu­nan-bangunan tua, yang merupakan peningga­lan koloni Belanda zaman dulu. Meskipun saat ini, keberadaan bangunannya tidak sebanyak dan seasli zaman dahulu, karena sudah dilaku­kannya renovasi ulang.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Seorang Pria Tanpa Identitas di Kali Mookervart Jakbar

Menurut pria kelahiran 20 Maret 1975 ini, untuk menjadikan suatu kawasan sebagai tujuan wisata, kita harus memikirkan beberapa faktor, misalnya dari segi sumber daya manusia dan juga dari segi sumber daya alamnya. “Contohnya saja Singapura, dengan sumber daya yang terbatas saja, bisa menjadi tujuan wisata yang sangat di­minati oleh para wisatawan. Begitupun dengan kawasan Suryakencana, dengan pengolahan sum­ber daya alam yang baik, serta dengan mengop­timalkan sumber daya manusia yang baik pula, maka akan tercipta suatu kawasan wisata yang memiliki infrastruktur serta nilai jual yang tinggi,” imbuh pria yang juga seorang arsitek ini. (*)