11043131_1591725291073882_6245777595985507752_nSatu lagi tawaran kemitraan usaha minuman teh bubble datang dari merek asal Filipina bernama Moonleaf. Paket investasinya Rp 350 juta. Mitra akan mendapat perlengkapan usaha, dukungan promosi hingga bahan baku awal. Target balik modal sekitar 1,5 tahun.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Bisnis minuman dingin masih belum surut. Merek-merek baru masih saja bermunculan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah Moonleaf asal Filipina yang berada di bawah bendera Moonleaf Holdings. Usaha yang sudah beroperasi sejak Oktober 2010 ini mulai berekspansi ke Indonesia pada Mei 2014 silam lewat P T Cahaya Nityasa Yo ga.

Moonleaf menawarkan minuman teh bubble khas Taiwan dengan aneka rasa. Saat ini tersedia lebih dari 20 varian rasa, seperti passion fruit black tea, lychee jasmine, peach green tea, pep­permint milk tea, hing ga jasmine milk tea. Tiap produk bi sa ditambah topping, seperti pearl, nata, lidah buaya, atau puding.

Kini sudah ada tiga gerai milik pusat yang beroperasi di Jakarta dan Solo. baru-baru ini Moonleaf pun menawarkan kemitraan usaha agar gerainya berbiak . Lant aran masih anyar, belum ada mitra usaha yang bergabung.

Jika Anda tertarik, siapkan dana US$ 25.000 atau sekitar Rp 350 juta. Mitra akan mendapat­kan hak lisensi merek Moonleaf selama lima tahun, fasilitas satu set konter, peralatan penya­jian lengkap, bahan baku awal, renovasi desain ruangan, dukungan promosi, hingga pelatihan karyawan. Nilai ini belum termasuk sewa tem­pat usaha yang luasnya minimal 30 meter per­segi (m²).

Dion Maulana Mohamad, Marketing Manager Moonleaf menyampaikan, jika kontrak kerjasa­ma berakhir, mitra wajib membayar biaya per­panjangan sebesar US$ 10.000. Selain itu pusat juga menerapkan biaya royalti sebesar 5% dari omzet dan marketing support 2% dari omzet. Ba­han baku utama seperti bubuk minuman, sirup, dan kantung teh juga harus dipasok dari pusat. Sebab bubuk minuman diimpor dari Taiwan.

Harus ada ciri khas

Harga jual produk berkisar Rp 17.000 hingga Rp 25.000 per gelas plus biaya tambahan untuk topping sekitar Rp 4.000. Selain minuman teh bubble, Moonleaf juga menjual kue, puding, dan cookies untuk camilan.

Ia bilang, satu gerai bisa menjual 100 por­si−150 porsi gelas per hari dengan minimal omzet Rp 3,5 juta per hari. Dengan demikian, mitra bisa meraup omzet per bulan bisa men­capai Rp 100 juta dengan rata-rat a laba bersih 20%-25%. Sehingga balik modal bisa ditaksir sekitar setahun hingga

1,5 tahun.

Dion bilang kelebihan Moonleaf terletak pada rasanya yang tak terlalu manis serta c ita rasa teh yang khas. Kemudian mereka menawarkan pesan antar untuk fasilitas tambahan.

Khoerusalim Ikhsan, Konsultan Waralaba dari Entrepreneur Colle ge menyampaikan, merek Moonleaf ini masih baru, maka perlu ada hal unik dari produknya agar bi sa bersa­ing dengan produk sejenis yang sudah lebih dulu eksis. Calon mitra juga harus cermat soal kualitas manajemen pusat serta hi stori laporan keuangan gerai yang berjalan untuk bisa menilai prospek bisnisnya. (KONTAN)