BTM-(3)Pemkot Bogor ternyata tak serius menangani prostitusi di Bogor Trade Mal (BTM). Seluruh instansi terkesan hanya pamer muka dan nama di koran. Mereka hanya berkoar dan berjanji melakukan sidak. Namun, janji tinggal janji. Sidakpun tak jelas kapan dilakukan.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
Guntur_ada@ yahoo .com

Sikap acuh Pemkot Bogor ini membuat sejumlah agamawan di Kota Bogor kecewa dengan kinerja Bima Arya Cs.

Ketua Umum Al- Amin (Aliansi Asatidz Muda Indone­sia) Bogor, Habib Novel Kemal Alaydrus, meminta Pemkot Bo­gor untuk bertindak tegas. Pria berkelahiran Solo ini mengakui, adanya prostitusi pelajar yang ada di BTM. “Pak Bima Arya wajib bertanggungjawab. Dia kan pemimpin. Sudah sedianya memberantas praktik maksiat. Jika ada hal seperti ini, mohon ditindak setegas-tegasnya, tu­tup paksa saja.” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Novel menekankan kepada Pemkot Bogor untuk menindaklanjuti prostitusi yang ada di kawasan foodcourt BTM. “Kalau me­mang Pemkot Bogor tidak mau bertindak saya siap jadi garda depan untuk ikut membasmi prostitusi di BTM,” tegasnya.

BACA JUGA :  Niat Bantu Teman yang Hanyut, Pemuda asal Bantul Tenggelam di Kali Progo

Habib Novel juga menjelas­kan pihak Pemkot Bogor harus didesak agar prostitusi di ka­wasan foodcourt BTM di beres­kan. “Pihak Pemkot nih harus di desak untuk membereskan hal-hal seperti ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo, mem­bantah jika pihaknya tak me­nyoroti masalah tersebut. Pria berbadan gempal itu menjelas­kan, pihaknya tetap mengawasi dan memantau perkembangan prostitusi yang ada di kawasan foodcourt BTM. “Gakda (pen­egak perda red) masih jalan disana, dan intel saya juga ma­sih saya standby kan disana,” tuturnya.

Eko juga mengagendakan sidak kembali terkait prostitusi yang ada di kawasan foodcourt BTM. “Kami akan sidak tetap saya atur jadwal lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hen­drawan, mengatakan pihaknya masih menyelidiki prostitusi yang ada di BTM. “Masih kami selidiki, Intel polres juga masih disana memantau,” kata dia.

BACA JUGA :  Ini Dia Kronologi Kecelakaan Bus Rombongan Siswa SMP PGRI 1 Wonosari Tol Jombang

Disinggung soal penggere­bekan yang dijanjikan, Hen­drawan, mengatakan pihaknya tetap akan menyidak kawasan foodcourt BTM. “Nanti ya, ban­yak banget kasus jadi harus dis­elesaikan satu-satu,” tuturnya.

Dikonfirmasi, Manager Mar­keting dan Komunikasi BTM, Sharon Vebrilla, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dari mulai pintu depan hingga foodcourt lantai 3 tempat makan dan nongkrong para pengunjung. “Kami sudah sediakan petugas keamanan yang selalu memantau, ter­masuk di foodcourt juga dise­diakan meja petugas yang se­lalu stand by,” jelasnya.

Sharon menambahkan, pihaknya juga sudah member­lakukan larangan bagi pelajar masuk mal pada jam sekolah, kecuali yang didampingi para orang tuanya. “Kami buka seki­tar pukul 09.00 WIB, kalau ada siswa berseragam mau masuk pada jam sekolah, petugas dari pintu juga pasti larang, kecuali dia (anak sekolah-red) datang didampingi orang tuanya, be­rarti keperluannya jelas mau membeli ke­butuhan, ” jelasnya. (*)

============================================================
============================================================
============================================================