Untitled-14Mulai Oktober ini memasuki musim pancaroba. Sejak akhir September lalu, hujan mulai mengguyur di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar), seperti Bandung, Bogor, Garut dan Cianjur. Dan kita harus mewaspadai beberapa penyakit yang sering muncul ketika musim pancaroba datang

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Menurut dr. Arin beberapa penyakit yang biasa men­jangkiti di musim pancaroba dianta­ranya Demam Berdarah, Cikun­gunya, Typus, Diare, Radang kulit dan ISPA (Infeksi Saluran Perna­fasan Atas).

Pada masa pancaroba, terjadi perubahan temperatur udara yang cukup ekstrim, dan pada saat itu tubuh akan secara otomatis ber­adaptasi dengan temperatur udara sekitar. “Pada saat kondisi inilah biasanya sistim tubuh kita akan sangat mudah terserang penyakit. Karena tubuh kita sedang bereaksi menyesuaikan diri terhadap ling­kungan yang berbeda,” katanya.

Menurut dokter muda ini ge­jala pertama yang harus dikenali adalah naiknya suhu tubuh, kare­na menurutnya segala jenis pe­nyakit akan menimbulkan gejala awal yang sama yaitu meningkat­nya suhu tubuh.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Untuk demam berdarah gejala selanjutnya yang harus dikenali adalah munculnya bintik-bintik kecil berwarna merah pada ku­lit tubuh serta terjadi mimisan. Kedua gejala ini muncul karena meningkatnya suhu dalam tubuh kita. Pada tahap ini kita dianjur­kan untuk melakukan pemerik­saan lebih lanjut. Karena sebelum­nya jika terjadi perubahan suhu dalam tubuh, kita cenderung mengabaikannya.

“Penyakit ini memiliki masa inkubasi tiga hari. Khusus pe­nyakit ini, biasanya kita akan mengetahui penyakit dari gejala-gejala yang muncul setelah tiga hari masa inkubasi,” tutur dokter muda ini.

Uniknya menurut dr muda ini sebenarnya obat hanya untuk mengobati gejala saja, bukan un­tuk mengobati penyakit. Menu­rutnya penyakit ini menyebab­kan terjadinya penurunan kadar trombosit dalam darah, sehingga harus dilakukan penambahan cai­ran dalam tubuh penderita. “Tidak ada obat khusus, kami hanya men­gobati gejalanya saja,” ujarnya.

Para dokter harus melakukan tranfusi cairan terhadap tubuh pasien jika kadar trombositnya sangat rendah mencapai di bawah 100 ribu. “Untuk ukuran normal­nya 150-450 ribu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Penyebab dan Cara Mencegah Gigi Berlubang yang Perlu Kamu Ketahui

Ketika ditanyakan terkait kha­siat jus Jambu Merah sebagai obat demam berdarah, dr Arin men­gatakan bahwa itu hanya mitos. “Masalahnya bukan khasiat jus jambu merahnya, tapi kebiasaan minumnya itu yang bagus, mau itu jus apel, anggur, jeruk gak ma­salah,” paparnya.

Karena menurutnya banyak minum dapat memulihkan kadar trombosit dalam tubuh.

Sementara untuk penyakit Typus selain meningkatnya suhu dalam tubuh, penyakit ini biasanya dibarengi oleh gangguan pencer­naan, mual, muntah, susah buang air besar serta mencret. Berbeda dengan demam berdarah penyakit ini memiliki masa inkubasi lebih lama yaitu lima hari.

Menurutnya, karena penyakit ini bisa disebabkan oleh virus dan bakteri maka cara pengobatan penyakit ini, dengan cara diberi probiotik. “Jadi selain menambah jumlah bakteri baik, probiotik ini juga sebagai penguat usus supaya lebih kuat,” tutur dr Arin yang berpraktek di RSIA Juliana ini. (*)