Untitled-8Inilah cara jitu Lion Group dalam menggarap megaproyek bandar udara di Kabupaten Lebak, Banten. Perusahaan penerbangan milik Rusdi Kirana ini menggaet dua pengusaha yang masuk daftar orang terkaya di Indonesia, yakni Ir Ciputra dan Tahir MBA.

Oleh : Alfian Mujani
[email protected]

Lahan yang tersedia itu 5.500 hektare. La­han yang dibutuhkan untuk bangun ban­dar udara dan fasilitas penun­jangnya seluas 2.000 hektare. Kami kerjasama juga dengan Ciputra dan Tahir Mayapada,” ungkap Ishak, Direktur Utama PT Maja Raya Indah Sejahtera (MRIS) dalam jumpa pers di Penang Bistro, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Rencana pembangunan ban­dar udara tersebut sampai saat ini masih terus diupayakan oleh pihak Lion Group maupun penggarap yaitu MRIS. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan bandar udara seluas 2.000 hektare berada di Keca­matan Curugbitung dan Maja.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Salah satu proyek pengem­bangan properti yang tengah digarap Ciputra Group yaitu Citra Maja Raya berlokasi di area Pengembangan Kota Kekera­batan Maja seluas 10.000 hek­tare yang juga mencakup ren­can proyek Bandara Lebak.

Bandara yang akan dibiayai oleh Lion Group ini masih terk­endala aspek operasional seba­gai syarat mengajukan izin ke­layakan pembangunan Bandar Udara Lebak.

Pihak penggarap yaitu MIRS menyampaikan dari lahan yang akan dikerjasamakan untuk membangun kota aerotropolis se­luas 5.500 hektare, sudah diakui­sisi lahan seluas 1.700 hektare.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor MURI, Es Teh Indonesia Serentak Resmikan 50 Outlet di Indonesia

“Lahan untuk pendirian bandara seluas 2.000 hek­tare ditambah 1.500 hektare fasilitas tambahan. Lalu 2.000 hektare lainnya merupakan pe­nunjang. Proses akuisisi lahan masyarakat kurang lebih su­dah seluas 1.700 hektare,” jelas Ishak.

Seperti diketahui, Ciputra adalah orang terkaya peringkat 9 di Indonesia dengan harta USD 1,46 miliar (Rp 19 triliun). Pria lulusan ITB ini berkecim­pung di bisnis real estate dan properti.

Sementara Tahir adalah bos Grup Mayapada yang masuk urutan terkaya ke-11 di Indo­nesia. Bisnis Tahir mulai dari sektor keuangan hingga rumah sakit. Tahir adalah menantu pemilik kerajaan bisnis Lippo Group, Mochtar Riady.