Untitled-17JAKARTA, Today – Hari Pahlawan menjadi momentum bagi kebang­kitan persepakbolaan Indonesia. Pasalnya, ini kali ketiga dibuatnya turnamen besar untuk mengakomo­dir para insan sepakbola, yang sebe­lumnya sempat vakum karena pem­bekuan PSSI.

Sebagai laga pembuka turna­men adalah Persegres Gresik United melawan tuan rumah Arema Cro­nus, yang memakai kostum terbaru yang menampilkan logo sponsor terbaru mereka, Achilles Corsa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/11/2015) pukul 20.00 WIB.

Turnamen nantinya menggunakan format berbeda di banding Piala Pres­iden 2015. Karena tak ada hasil seri, jika nanti kedudukan imbang langsung diadakan adu penalti, serta keharusan memainkan dua pemain U-21.

Sebagai klub besar Arema yang diasuh Joko Susilo tentunya beram­bisi menjuarai turnamen ini setelah gagal di piala Presiden bulan lalu, dengan komposisi pemain lokal sama dengan turnamen terdahulu plus tiga pemain asing baru, tanpa Fabiano yakni Vizcara, Antonio Jose Espinosa Mossi dan Fransisco Insa Bohigues

Jika Viscara sudah tak asing di sepakbola nasional, tapi duo Span­yol adalah newcomer. Toni Espinosa, adalah sosok gelandang serang beru­sia 29 tahun. Ia memulai kariernya di klub junior Atletico Madrid. Klub terakhirnya adalah Shabab Al-Ordon.

Baca Juga :  Kebakaran menghanguskan Rumah Produksi Rengginang, Kerugian Diduga Mencapai Rp 100 Juta

Sementara rekannya Kiko Insa, adalah sosok stopper berusia 27 ta­hun. Pemain bertinggi 190 cm ini mengawali karier sepakbolanya di klub junior Valencia CF. Ia juga sem­pat memperkuat Oxford City dan Al­bacete B.

Sementara pasukan Laskar Samudro, Gersik United yang seka­rang di latih sang legend, Widodo Ca­hyono Putro membawa Sebanyak 20 pemain mereka boyong ke Malang. Yang menarik, tak ada satupun nama asing dalam daftar pemain yang di­boyong oleh Widodo.

Selain tak diperkuat oleh pemain asing, Persegres juga batal merekrut Oktavianus Maniani. “Kami hanya batal membawa Oktovianus Maniani karena tidak menemui kata sepakat dengan manajemen terkait kontrak di turnamen ini,” ucap Widodo.

Widodo juga memastikan bahwa ia juga memanggil kembali sosok Bima Sakti Tukiman. “Kami juga ma­sih menunggu kedatangan Johan Angga. Karena Persegres tidak pu­nya striker murni,” imbuh mantan penyerang andalan Petrokimia Putra Gresik ini.

Baca Juga :  Seorang Pendeta di Deli Serdang Ditembak OTK

Laga perdana tentunya cukup seru, setelah gagal total di ajang piala Kemerdekaan, Gresik United tentu­nya ingin mendapat lebih dari turna­men ini.

Sementara Arema dengan skuad bintangnya selalu berambisi juara. Dengan adanya aturan dua pemain muda U-21 harus menjadi starter kita juga bisa menyaksikan para bibit-bibit baru akan lahir diturnamen ini.

Menjamu Gresik United, catatan pertemuan kedua tim ini dalam lima head to head paling terkini di Indo­nesia Super League terukir sejarah Gresik United belum bisa sekalipun kalahkan tim Arema , main lima kali di ISL Arema Cronus menang dua kali dan berakhir Imbang sebanyak tiga kali.

Arema sepertinya mengoptimal­kan trio Gonzales, Vizcarra dan Sy­amsul Arif guna menjebol gawang Gresik united. Dua pemain asing baru Spanyol juga perlu di tunggu aksinya debut di sepakbola Nasional.

Dengan kekuatan bintangnya dan haus prestasi serta bermain di kan­dang dihadapan puluhan ribu Are­mania tentunya tuan rumah tentu di­unggulkan meski dalam sebuah laga pembuka turnamen selalu menghad­irkan kejutan.

(Imam/net)