Foto : Net
Foto : Net

JAKARTA, TODAY — Kementerian Keuangan memastikan tarif cukai rokok mengalami ke­naikan rata-rata 11,19 persen mulai 1 Januari 2016. Artinya, mulai awal tahun 2016, harga rokok dipastikan naik.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemen­keu, Heru Pambudi memastikan, rencana penaikan tarif cukai ha­sil tembakau (CHT) atau rokok ini sudah mem­perhitungkan aspek kesehatan, serta menga­komodisi kemampuan pabrik dan petani rokok.

Seperti diketahui, Pemerintah mengejar target penerimaan neg­ara dari cukai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp 146,4 triliun. pabrikan dan petani tembakau. Jadi hasil akhirnya 11,19 persen setelah dulu sempat ada pandan­gan 23 persen, kemudian turun 15 persen. Sekarang pemerintah tegas di angka 11,19 persen,” ung­kap Heru, Rabu (11/11/2015).

Heru menuturkan, kenaikan tarif cukai rokok terbesar ada pada rokok sigaret putih mesin (SPM) atau rokok putih sebesar 12,96-16,47 persen. Rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) sebe­sar 11,48-15,66 persen, dan siga­ret kretek tangan (SKT) sebesar 0-12 persen.

Baca Juga :  Sekda Terima Arahan Gubernur Untuk Segera Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana

Berikut rincian kenaikan cu­kai rokok dari data Kemenkeu berdasarkan PMK Nomor 198/PMK.10/2015 yang diteken Men­teri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro pada 6 November 2015 Tentang Perubahan Kedua PMK 179/PMK.011/2012 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Sigaret Kretek Mesin (SKM):

  • Golongan 1: Tarif Rp 480 per batang, naik Rp 65 atau 15,66 persen.· Golongan 2A: tarif Rp 340 per batang, naik Rp 35 atau 11,498 persen.· Golongan 2B: tarif Rp 300 per batang, naik Rp 35 atau 13,21 persen.

Sigaret Kretek Tangan (SKT):

  • Golongan 1A: tarif Rp 320 per batang, naik Rp 30 atau 10,34 persen.· Golongan 1B: tarif Rp 245 per batang, naik Rp 25 atau 11,36 persen.· Golongan 2A: tarif Rp 155 per batang, naik Rp 15 atau 10,71 persen.· Golongan 2B: tarif Rp 140 per batang, naik Rp 15 atau 12 persen.· Golongan 3A: tarif Rp 90 per batang, naik Rp 5 atau 5,88 persen.· Golongan 3B, tarif Rp 80 per batang, naik Rp 0 atau 0 persen.Sigaret Putih Mesin (SPM):
  • Golongan 1: tarif Rp 495 per batang, naik Rp 70 atau 16,47 persen.· Golongan 2A: tarif Rp 305 per batang, naik Rp 35 atau 12,96 persen.· Golongan 2B: tarif Rp 255 per batang, naik Rp 35 atau 15,91 persen.
Baca Juga :  Resep Terong Crispy Untuk Cemilan Anak

(Yuska Apitya/cnn)