Foto : Kozer
Foto : Kozer

BOGOR, TODAY – Pemerintah Kabupat­en Bogor menjamin tidak memungut iuran apapun kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL), untuk menjajakan da­gangannya di area kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berdiri di sepanjang Jalan Tegar Beriman.

Hal itu ditegaskan ketua Pokja Pen­ertiban PKL, Benny Delyuzar, Senin (16/11/2015), bahwa semua kantor di­nas di pusat pemerintahan Bumi Tegar Beriman itu harus menyediakan fasili­tas seperti listrik, air dan kebersihan kepada PKL.

“Jangan sampai dong ada iuran-iuran seperti itu. Pemindahan PKL ke dalam area kantor dinas kan supaya mereka tidak lagi berjualan di pinggir jalan. Ma­kanya harus difasilitasi,” kata Benny.

Baca Juga :  Akibat Hilang Kendali, Pemotor di Bogor Tewas Saat Hendak Menyalip

Asisten Perekonomian dan Pemban­gunan (Ekbang) pada Sekretariat Dae­rah Kabupaten Bogor menambahkan, agar kantor tidak berantakan karena dijadikan tempat berdagang, para PKL dibimbing agar tetap menjaga kebersi­han dalam menjalankan usahanya.

“Iya harus dibimbing. Karena ini kan untuk selamanya. Karena kami belum memiliki tempat atau lahan yang untuk merelokasi para PKL ini,”tambahnya.

Ditanyakan perihal keinginan PKL untuk membayar kepada pemda untuk berjualan ditempat seperti biasanya akibat iuran harian yang PKL bayarkan kepada oknum-oknum tertentu tidak berdampak apapun saat ada penerti­ban dari Satpol PP.

“Keinginan itu bagus, tapi uangnya masuk kemana? Kan memang tidak aturan retribusi PKL. Makanya, kami berikan solusi supaya mereka masuk ke dalam (kantor dinas) supaya jalan Tegar Beriman bersih. Karena kan itu jalur tertib lalu lintas,” tambahnya.

Baca Juga :  Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor Tausyiah Akbar di Imtihanussanah AL Haya

Sementara Kabid Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan mengungka­pkan terus mengawasi jalur ring satu Pemkab Bogor itu agar PKL tidak lagi datang dan berjualan.

“Tidak boleh ada lagi PKL di jalur ini. Setiap hari, kami terus berpatroli su­paya PKL tidak balik lagi. Karena Jalan Tegar Beriman harus zero PKL dan ini bukan untuk persiapan penilaian apap­un,” kata Asnan.

(Rishad Noviansyah)