Untitled-2Kepengurusan Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bogor melakukan pergantian periode 2015-2018. Beberapa pekerjaan rumah (PR) yang belum dituntaskan oleh kepengurusan PAPDI lama yang diketuai oleh Dr. Taolin Agustinus, SpPD, FINASIM , kini dilanjutkan kembali dibawah pimpinan Dr. Erwanto Budi Winulyo SpPD, K-AI, FINASIM.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Kendati demikian, beberapa kema­juan tubuh PAPDI Cabang Bogor juga sudah ditorehkan pada masa dinasti Taolin Agustinus, seperti halnya Kantor Sekretariat baru yang berada di Ruko Bangbarung Grande 3A, Jalan Achmad Adnawijaya, Kota Bogor, dengan sarana dan prasarana yang lebih menunjang setiap kegiatan para anggotanya.

Ketika ditemui di sela-sela acara, Erwanto Budi Winulyo memaparkan, dirinya sudah siap melanjutkan segala pekerjaan rumah yang dis­erahkan dari ketua sebelumnya. Diantaranya seperti meningkatkan kualitas ilmu kedokter­an (continue profesional developments) untuk memberikan pelayanan terbaik kepada ma­syarakat, PAPDI juga nampaknya akan konsen pada fasilitas pelayanan sertifikasi anggotanya, dan memperbanyak melakukan simposium alam dan tema pengobatan pada masyarakat.

“PAPDI Bogor sendiri sudah berdiri selama 12 tahun, dan saya generasi ketiga. Anggota PAPDI saat ini sudah ada sekitar 42 orang se Kota dan Kabupaten Bogor. Yang paling uta­ma soal continue profesional developments, bagaimana bisa memberikan pelayanan pada masyarakat jika continue profesional devel­opments tidak ditingkatkan kualitasnya. Saya juga sangat mengapresiasi para pengurus PAPDI sebelumnya, karena kami sekarang su­dah memiliki kantor sekretariatan PAPDI yang baru, dengan sarana yang lebih baik dari sebe­lumnya,” urai Erwanto.

Baca Juga :  Untuk Dapat Manfaat Mandi Air Hangat, Cek Dulu Suhu yang Direkomendasikan Dokter

Ia berharap, kedepannya PAPDI akan terus melakukan pengembangan pengetahuan dan memberikan informasi terbaru kepada semua dokter yang ada di Bogor. Apalagi era seka­rang pembiayaan administrasi akan beralih pada asuransi yang dikelola oleh pemerintah, pihaknya dengan siap mengawal baik dalam bentuk bimbingan kepada dokter pelayanan primer yang akan direncanakan pemerintah, walaupun ketetapannya masih kontroversi. “Meskipun sudah di ketuk palu, kami dari PAPDI tetap akan terus mengawali, dengan cara mengadakan komunikasi, bimbingan atau arahan kepada dokter-dokter pelayanan primer,” kata dia.

Ia juga mengamini, penelitian multi center yang akan dirancang oleh Pengurus Besar PAP­DI, untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi Indonesia, sebab selama ini Indonesia hanya menggunakan data dari luar negeri, mis­alnya kadar data multi center kadar kolesterol yang sering dipakai. Masih banyak data dan petunjuk lain yang digunakan dari luar negeri, kita ingin menyumbangkan bentuk data yang dikatakan berbasis pada masyarakat. “Wacana yang baru akan digagas rencananya baru akan dibuat data masalah hipertensi. Kebetulan nanti akan ada acara kongres penyakit dalam tingkat dunia di Bali pada Bulan Agustus 2016, dan ketuai oleh salah satu mantan ketua PB PAPDI,” paparnya.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Posisi Seks di Kamar Mandi, Pasutri Wajib Mencobanya

Sementara itu, mantan Ketua PAPDI Ca­bang Bogor, Taolin Agustinus dalam podato sambutannya menyampaikan pesan kepada pengurus yang baru agar meningkatkan keg­iatan dan pertemuan ilmiah. “Saya berharap PAPDI akan terus memberikan informasi dan ilmu yang terbaru pada dokter-dokter, agar dapat memaksimalkan pelayanannya pada masyarakat. Hal ini juga dilakukan agar ruh PAPDI sendiri semakin terasa di masyarakat,” pungkasnya.