Plus Minus Wine untuk Tubuh

Minuman beralkohol, termasuk wine, bukanlah konsumsi umum masyarakat di Indonesia. Namun bagi kalangan yang ingin mendapat­kan manfaat wine, penting untuk mengetahui takaran konsumsi yang tepat demi menghindari efek bu­ruknya.

Sebagaimana pedang bermata dua, konsumsi wine dalam porsi yang pas dapat meningkatkan kondisi kese­hatan tubuh atau justru merugikan kesehatan jika diminum berlebihan.

Tingkat konsumsi wine yang sesuai sebenarnya berbe­da bagi tiap orang. Hal itu tergantung dari usia, jenis kela­min, berat badan, dan tinggi badan serta genetik. Selain itu terdapat faktor-faktor lain, seperti makanan yang dikon­sumsi bersama wine atau obat-obatan yang dikonsumsi oleh masing-masing individu.

Secara umum, konsumsi wine yang dianggap moderat untuk pria adalah dua gelas wine yang masing-masing beri­si sekitar 150 ml per hari. Lain halnya dengan wanita yang disarankan untuk hanya meminum satu gelas per hari.

Manfaat Positif dari Wine

  1. Meningkatkan kepadatan tulang

Penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi zat alkohol secara moderat dapat meningkatkan kepadatan mineral pada tulang.

  1. Meredakan infeksi pada sistem pencernaan
BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

Secara positif, alkohol dapat menjadi antibakteri alami yang dapat meredakan iritasi. Selain itu, antibak­teri dalam alkohol juga dapat mengurangi risiko infeksi yang disebabkan Helicobacter pyloribacterium.

  1. Menurunkan risiko perkembangan dan kematian dari penyakit jantung

Mengonsumsi alkohol dalam takaran yang sehat terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung.

  1. Meningkatkan tingkat kolesterol baik

Alkohol sangat berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol baik atau HDL hingga 20 persen jika dikonsumsi secara moderat. Makin tinggi tingkat HDL, maka makin rendah risiko penyakit jantung. Hanya saja manfaat tersebut baru bisa diperoleh jika disertai dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik secara teratur.

Waspada Risiko yang Ditimbulkan

  1. Meningkatkan risiko sakit jantung

Ketika zat alkohol dikonsumsi secara berlebihan, dapat memicu beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan memperlemah otot jantung. Penelitian juga meny­impulkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan berisiko menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung serta gangguan ritme jantung.

  1. Mengganggu proses pembentukan jaringan tulang
BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Jika alkohol diminum melebihi porsi yang wajar, efek yang ditimbulkan dapat mengganggu proses pem­bentukan jaringan tulang. Jika hal tersebut dilakukan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko pa­tah tulang.

  1. Mempertinggi risiko kanker tertentu

Zat alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut, tenggorokan, hati, dan usus. Bagi wanita, kon­sumsi wine secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

  1. Gangguan pada otak

Secara jangka panjang, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan sel otak baru, sekal­igus meningkatkan risiko mengalami depresi. Sedangkan, akibat jangka pendek yang kerap ditemui akibat mengonsumsi zat alkohol berlebihan dapat berupa perubahan perilaku dan gangguan memori.

  1. Memicu dehidrasi

Minuman beralkohol dapat memicu kekurangan cairan pada tubuh seseorang. Tidak jarang, hal ini diikuti dengan sakit kepala.

  1. Risiko kecanduan

Mengonsumsi minuman beralkohol memungkinkan kecanduan, termasuk wine. Saat itu terjadi, sulit untuk mengenda­likan asupan zat alkohol pada tubuh.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================