95 Rute Lion Air Disetop Sebulan

Imbas dari insiden salah masuk ter­minal, Kementerian Perhubungan (Ke­menhub) membekukan layanan jasa penumpang dan bagasi atau ground handling Lion Air di Bandara Soekar­no-Hatta. Namun pihak Lion Air men­egaskan tidak mungkin untuk memin­dahkan pelaksanaan ground handling lantaran melibatkan ribuan pekerja.

“Waktu 5 hari adalah waktu yang tidak mungkin untuk memindahkan pelaksanaan ground handling di Ban­dara Soekarno-Hatta karena akan meli­batkan kurang lebih 10.000 orang pe­kerja,” ujar Public Relations Officer of Lion Air, Ramaditya Handoko, dalam keterangannya, Kamis (19/5/2016).

Ramaditya menyebut bahwa selu­ruh kegiatan operasional Lion Air tetap akan berjalan normal. Lion Air bakal melawan hukuman dari Kemenhub itu melalui jalur hukum.

BACA JUGA :  Usai Digeruduk Massa, BPN Kabupaten Bogor 1 Klaim Sampaikan Aspirasi Petani ke Pusat

“Bahwa semua kegiatan operasional Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan dengan normal. Pembe­rian sanksi oleh Kementerian Perhubun­gan akan mengacaukan kehidupan pega­wai kami dan juga pegawai yang bekerja di supplier yang bekerja sama dengan perusahaan kami,” kata Ramaditya.

“Apakah kesalahan perorangan dijadikan untuk menjadi alat untuk menghukum institusi, misalnya apakah masinis atau supir bis yang berhenti di tengah jalan meninggalkan kereta api atau busnya lalu perusahaan yang dike­nakan hukuman atau perusahaannya ditutup,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Lantaran merasa tidak adil, pihak Kemenhub pun akan dilakukan inves­tigasi sebelum sanksi dijatuhkan. Lang­kah hukum pun akan ditempuh Lion Air melalui kepolisian. “Kami akan menempuh langkah hukum terkait dengan pemberian sanksi tersebut yai­tu dengan melaporkan pilot kami dan juga pejabat Kementerian Perhubun­gan ke kepolisian untuk menuntut ke­adilan atas tindakan kesewenangan,” kata Ramaditya.

(Alfian Mujani|net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================