Operasi Tertib Bandara

Para wisatawan asing yang kopernya pernah di­bobol para porter nakal pasti kecewa dan mempun­yai persepsi yang buruk tentang manajemen bandara di Indonesia. Kalau pengalaman buruk itu dituturkan ke rekan-rekannya, citra Indonesia menjadi jelek. Ke­menterian Perhubungan RI perlu memberi perhatian ekstra terhadap kasus ini. Sebab, pihak berwajib su­dah mengeluarkan dugaan adanya mafia pembobol koper penumpang di bandara. Kalau sudah dilakukan oleh mafia, berarti modus kejahatan ini tidak hanya terjadi di satu bandara, tetapi di banyak bandara.

Keseriusan dalam menangani kejahatan di ban­dara ini sangat penting karena citra negara ini diper­taruhkan. Karena citra yang buruk dalam hal keadaan bandara pasti akan sangat berpengaruh pada kun­jungan warga asing ke Tanah Air. Apalagi Presiden Joko Widodo baru saja menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada 2018 mendatang. Kalau masalah ini tidak ditangani serius, target tersebut dipastikan akan gagal. Bagaimana mungkin mereka mau datang ke negara yang tidak ada jaminan keamanannya? Karena itu sudah seha­rusnya pemerintah dan pihak terkait lainnya mencari solusi yang efektif guna menghilangkan kejahatan yang kerap terjadi tidak saja di Bandara Soekarno- Hatta, tetapi juga di berbagai bandara di Tanah Air.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Apalagi kejadian pencurian di bandara ini tidak terjadi sekali atau dua kali. Ada yang mau melapor, ada juga yang enggan melakukannya karena tidak mau repot. Korbannya pun tidak saja warga lokal, para warga asing juga pernah menjadi sasaran pen­curian tas. Tentu kejadian ini sangat memalukan karena bandara ini tak mampu menjamin keamanan para penumpangnya. Ada sejumlah faktor mengapa kejahatan di bandara masih terus terjadi. Pertama, kita terlalu permisif terhadap kejahatan di bandara. Sikap yang cenderung abai ini menyebabkan para Stakeholder yang terkait dengan penyelenggaraan di bandara tidak serius dalam soal pengamanannya.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Kalau serius mengamankan, tentu hal ini tidak sampai terjadi berulang kali. Adanya laporan kejadi­an pencurian meski hanya satu harusnya menjadi celah untuk membongkar secara serius kejahatan tersebut sehingga tidak sampai berlarut-larut dan banyak menelan korban. Kedua, ringannya hukuman bagi sang pencuri membuat hal itu tidak memberi­kan efek jera. Sudah menjadi rahasia umum, kasus pencurian seperti ini tidak pernah memiliki huku­man yang berat. Jika terjadi kasus pencurian demiki­an, biasanya yang terkena sanksi hanya pelaku di lapangan. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================