Bisnis Dendeng Omzet Ratusan Juta

Dewi juga mulai mengurus syarat administrasi. Seperti PIRT (pangan Industri Rumah Tangga), label halal dan lainnya. Proses tersebut me­makan waktu cukup lama, tapi tetap harus dipenuhi.

Dendeng Rinuak tersedia dalam berbagai kemasan. Mulai dari 1 ons dengan harga Rp 15.000 dan selan­jutnya 1/4 kg dan 1/2 kg dengan harga sesuai kelipatannya.

Sekarang produknya sudah terse­dia di hampir seluruh toko oleh-oleh ternama di wilayah Padang dan Bukit­tinggi. Baru saja, Dewi memperluas penjualan ke wilayah Pekanbaru, Riau yang dibantu oleh beberapa rekanan. “Tadinya antar barang sendiri naik kendaraan umum. Sekarang sudah pakai kendaraan sendiri,” ujarnya.

Dewi mengandalkan kediaman untuk produksi. Bersama dua orang pegawainya, mampu memproduksi 15 kg Dendeng Rinuak dalam sehari. Dalam sebulan penjualannya men­capai Rp 12 juta dengan laba bersih sekitar Rp 5 juta.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Laba bersih rata-rata Rp 5 juta per bulan,” imbuhnya.

Untuk promosi, Dewi masih menjalankan skema yang cendeung tradisional, yaitu dari mulut ke mu­lut. Meskipun ke depan akan dido­rong melalui penggunaan media sosial agar lebih banyak orang dapat mengetahui produknya.

“Akan dilakukan, kan inginnya Dendeng Rinuak bisa dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas minang oleh orang daerah lain dan dunia,” ungkapnya.

Beberapa produk juga akan terus dikembangkan. Selain dendeng, sek­arang Dewi coba memasarkan rakik (peyek), bada (teri) goreng dan abon. Untuk produk abon masih dalam ta­hap percobaan.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Dalam menjalankan bisnis, Dewi juga tidak terlepas dari berbagai tan­tangan. Di antaranya adalah panen rinuak yang bersifat musiman. Saat cuaca buruk yang biasanya terjadi dua kali setahun, produksi rinuak menurun. Sehingga yang harganya tadi Rp 12.000/kg bisa menjadi Rp 30.000/kg.

“Rinuak ini juga nggak bisa dis­impan lama. Jadi saat beli langsung dimasak. Paling lama satu hari dis­impan,” pungkasnya. Dewi juga mel­atih para pegawai agar tetap menjaga kekuatan rasa dari produknya.

(Yus­ka Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================