12b0b7e036c74b18b46ce5d1d4f500aa JAKARTA, TODAY-Menteri Pemuda dan Olahraga (Men­pora) Imam Nahrawi meminta agar pelaku rusuh di laga Tor­abika Soccer Championship (TSC) 2016 ditindak tegas. Dia bilang tidak boleh ada pandang bulu pada pelanggaran hukum. Kerusuhan suporter di laga TSC terjadi saat laga antara Per­segres Gresik United melawan PS TNI, Minggu (22/5/2016) akhir pekan lalu. Akibatnya, sekitar 50-an suporter mengal­ami luka-luka hingga bocor di kepalanya.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

PT Gelora Trisula Semesta (GTS), selaku operator kompe­tisi, telah menggelar kunjun­gannya langsung ke Stadion Petrokimia sekaligus men­cari tahu kronologis yang sebenarnya. Rencananya, Komisi disiplin PT GTS akan memutuskan huku­mannya dalam sidang yang diadakan hari ini, Kamis (26/5).

“Kami sudah me-warning operator agar bertindak tegas laku­kan semua upaya. Harus ada aparat hu­kum yang bertindak cepat, tangkap tan­gan. Satu kelemah­an di sepakbola kita adalah bilamana belum ada pen­gaduan dari panpel, maka aparat hukum tidak bisa bertindak,” ujar Menpora di sela-sela acara Invistasi Sepakbola Antar Fo­rum Wartawan, Senayan, Ja­karta.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Menpora juga menilai apa­pun tindakan yang sudah men­garah kepada kekerasan, p e mu ­k u l a n , h a r u s dibawa ke ranah hukum, tanpa me­mandang bulu siapapun, meski ada su­porter dari aparat negara, TNI.