Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah Saw, tidakk semua kita mampu memberi makan kepada orang berpuasa. “ Rasulullah Saw, menjawab dengan sabdanya : “Allah Swt, memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa meskipun hanya berupa satu biji kurma atau hanya seteguk air.†Dalam riwayat lain dijelasÂkan bahwa, ktika memasuki bulan suci Ramadhan, Rasulullah Saw, menyerukan : “Wahai umat manusia, barangsiapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini (Ramadhan) ia akan berhasil melewati Shirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dibawah kekuasaannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, maka Allah akan meringankÂan pemeriksaannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menahan diri dari kejahatan di bulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berÂjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada saat berjumpa denga-Nya. Barangsiapa yang selalu menyambungkan silaturrahim (persaudaraan) di bulan ini, maka Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan- Nya. Dan barangsiapa yang memutuskan silaturrahim (persaudaraan) di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.â€
Dalam pesan-pesan Rasulullah Saw, tentang menyambut dan mengamalkan amalan-amalan buÂlan Ramadhan yang dikutip di atas, maka kita dapat memetik beberapa hikmah yang sangat penting dari ibadah puasa Ramadhan dalam membentuk sikap dan perilaku manusia sebagai makhluk sosial seperti : sikap sabar, disiplin, peduli kepada sesama manusia, mempererat persaudaraan (silaturrahim), beraklak yang terpuji dan sifat-sifat positif lainnya.
Akumulasi dari sifat-sifat positif inilah akan melaÂhirkan pribadi muslim yang mendapat predikat MutÂtaqin (orang-orang ang bertaqwa) di sisi Allah Swt. Dan takwa kepada Allah inilah merupka tujuan kahir dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan yang setiap tahun dilaksanakan oleh umat Islam seluru dunia.
Orang bertakwa yang dihasilakn oleh ibadah puasa memiliki ciri-ciri yang sebagaimana diterangÂkan oleh Allah Swt, dalam Qur’an surah Ali Imran ayat 133-135 sebagai berikut :â€Dan bersegeralah kamu mencari ampunan Tuhan-Mu dan raihlah syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwaa-yaitu orang-orang yang selalu menginfakkan hartanya, baik diwaktu lapang mamupun diwaktu sempit, dan orang-orang yang mampu mnahan amarahnya, dan orang-orang yang selalu memaafkan (kesalah orang lain). Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















