Pondok Pesantren Darussalam Bogor

Untitled-20SENYUM bahagia 39 santri kelas akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Pesantren Darussalam Bogor sangat terlihat ketika mengikuti acara wisuda, yang dihelat pondok pesantrennya.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Wisuda para santri yang diberi tema “Haflatu at-Takhrij wal Ikhtitam” men­jadi hari yang san­gat menggembirakan bagi 39 siswa yang terdiri dari 17 putra dan 22 putri menyelesaikan masa studinya, pada program Kulliyatul Mu’allimin Al- Islamiyah (KMI) selama enam tahun untuk program regular dan empat tahun untuk program intensif.

Wisuda siswa akhir KMI angkatan ke-21 Pondok Pesantren Darussalam Bogor itu, dimulai pukul 07.00 wib. Wisuda dihadiri seluruh orang tua/ wali santri se-Darussalam khususnya santri kelas akhir, tamu undangan dan seluruh dewan guru KMI. Turut hadir, Kepala Seksi Pekapontren Ke­menterian Agama Kabupaten Bogor, Syihabuddin.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Syihabuddin mengapresiasi pondok pesantren yang eksis me­nyiarkan nilai-nilai Islam. “Pondok Pesantren adalah lembaga pendidi­kan Indonesia yang banyak melahir­kan lulusan yang mampu bersaing di segala lini baik lokal maupun Inter­nasional. Bahkan alumni pesantren dari Indonesia lulus seleksi untuk menjadi imam Masjid Haramain dengan hafalan 30 juz,” ungkap Syi­habuddin.

Pimpinan Pondok Pesantren Da­russalam Bogor, KH Drs Mu’tashim Billah, MH.I mengungkapkan rasa syukur atas karunia Allah untuk ke­lulusan tahun ini. Sejumlah harapan dan untaian do’a dihaturkan untuk lulusan ke-21.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

‘’Acara wisuda hari ini adalah awal dari perjuangan anak-anakku yang sesungguhnya. Peran aktif dan kerja positif alumni di masyarakat menjadi bukti seberapa banyak ilmu dan nilai-nilai pondok pesantren yang mampu anak-anakku serap,’’ pesan kyai Mu’tashim Billah.

Menurut kyai Mu’tashim Billah, masih banyak ilmu yang harus di­cari dan dikaji para santri dalam ke­hidupan bermasyarakat. Perjuangan membutuhkan pengorbanan dan tidak ada pengorbanan yang sia-sia.

“Semoga keberkahan Allah SWT senantiasa menyertai anak-anakku, para orang tua murid, pondok dan umat seluruhnya,” pesan kyai Mu’tahim Billah.

 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================