Untitled-17JAKARTA, TODAY-Komite Di­siplin Indonesia Soccer Cham­pionship (ISC) telah mengambil keputusan terkait rusuh suporter di laga antara Persegres Gresik United dan PS TNI, yang berlang­sung di Stadion Petrokimia, 22 Mei lalu.

Baik Gresik mau pun PS TNI sama-sama mendapat hukuman dari Komdis ISC. Gresik yang pada laga tersebut bertindak se­bagai tuan rumah mendapat hu­kuman lebih ringan ketimbang PS TNI sebagai tim tamu.

Gresik dihukum denda seni­lai Rp10 juta dan PS TNI dihukum denda sebesar Rp50 juta. Kedua suporter pun harus mendapat hukuman, Ultras Gresik wajib membayar denda Rp10 juta se­mentara suporter PS TNI dilarang menghadiri dua laga tandang.

Dua laga tandang PS TNI yang dimaksud adalah pada pekan keenam kontra Persija Jakarta, 10 Juni nanti dan melawan Semen Padang pada 26 Juni mendatang.

Persegres Gresik United han­ya bisa pasrah akan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PT Gel­ora Trisula Semesta (GTS). Imbas kerusuhan antara pendukung PS TNI dengan Ultras Gresik di Stadion Petrokimia, Laskar Joko Samudro harus membayar den­da sebesar Rp 20 juta.

Dalam surat keputu­san nomor KD37-02062016, Gresik United. Merujuk ke­pada pasal 61, pasal 69 dan pasal 70 Kode Disiplin ISC, Gresik United dihukum den­da sebesar Rp 10 juta. Se­lanjutnya, merujuk kepada pasal 10, pasal 69, dan pasal 70 Kode Disiplin ISC, Ultras Gresik mendapat peringatan keras dan denda Rp 10 juta.

Denda tersebut wajib dibayar selambat-lambatnya 7 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Gresik United. Manaje­men Gresik United menyatakan sanksi tersebut sudah adil. Sebab PS TNI juga dikenai denda sebe­sar Rp 50 juta, dan dua kali away tanpa supporter.