Menurut Abdul, ini bukan kali pertama Titiek naik kereta ekonomi dari Yogya ke Solo. “Sudah beberapa kali, kebetu­lan saya hanya sempat men­emani satu kali saja,” kata dia.

Titiek memiliki kesan tersendiri saat naik kereta komut­er itu. Salah satunya dia bisa berdialog lebih dekat dengan masyarakat. “Kita kan tidak se­lalu bermewah-mewah, dengan naik kereta ekonomi kita bisa lebih dekat dengan rakyat dan berdialog,” kata Titiek.

BACA JUGA :  Nelayan Bangka Ditemukan Tewas di Perairan Pantai Tangkalat, Diduga Jatuh dari Perahu

Menurut Titiek kondisi kereta ekonomi saat ini sudah lebih baik dibandingkan dulu. “Sudah lebih bersih dan tidak umpek-umpekan,” kata perem­puan yang mengaku sering naik kereta ekonomi itu.

Berulang kali naik kereta ekonomi, Titiek pun mengaku tak ada yang spesial dari per­jalananannya dari Yogya ke Solo pada Minggu, 8 Mei 2016. Politisi Partai Golongan Karya itu berharap ke depan jumlah kereta api Yogya-Solo bisa di­perbanyak.

BACA JUGA :  HARI KEBANGKITAN NASIONAL PERLU PELURUSAN SEJARAH?

Hal ini mengingat potensi penumpang yang ingin melaku­kan perjalanan dari dan menuju dua kota tersebut cukup tinggi. “Soal pelayanan saya rasa cu­kup baik. Ke depan mungkin jumlahnya (kereta) harus diper­banyak lagi karena di jam-jam si­buk penumpang sangat padat,” tandasnya.

(Yuska Apitya)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua
============================================================
============================================================
============================================================