JAKARTA, TODAY—Sebentar lagi daging imÂpor dari Australia bakal membanjiri asar-pasar di Indonesia. Jumat (10/6/2016) kemarin, seÂjumlah menteri menggelar rapat koordinasi lanjutan dari rapat koordinasi distribusi panÂgan yang dilakukan di Kementerian Pertanian, selama empat jam mulai puku Selama kurang
lebih 4 jam, mulai dari jam 13.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB.
Rapat maraton ini mencari solusi untuk menstabilkan harga pangan saat ini, hingga ke depanÂnya. Rapat kedua siang tadi dihadÂiri antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PerinÂdustrian Saleh Husin dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Pukul 14.45 WIB, Menteri Koperasi dan UKM meninggalkan gedung A KeÂmenterian Pertanian lebih awal.
Dari rapat yang berlangsung sekitar 4 jam ini, ditemukan haÂsil kesepakatan yang bertujuan menstabilkan harga pangan dalam jangka pendek dan jangka panÂjang. Jangka pendek adalah, akan dilakukan Operasi Pasar (OP) besar-besaran yang didukung oleh pelaku usaha Industri Minyak Goreng, Daging Sapi, dan Daging Ayam. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Kementerian Pertanian akan membangun toko tani yang bekerja sama dengan koperasi se-Jabodetabek. “Kita sepakat produÂsen ayam dan minyak goreng akan menjual dengan harga yang baik. Kemudian kita teruskan ke koperaÂsi-koperasi se-Jabodetabek kurang lebih 20.000 koperasi Se-JabodetaÂbek. Yang menarik khususnya dagÂing, dari feedloter langsung ke koÂperasi dan ini tidak pernah terjadi,†kata Amran usai rapat koordinasi, Jumat (10/06/16).
Sementara itu, Saleh Husin menÂgatakan, ke depan akan melakukan kerja sama dengan produsen/pelaku usaha lainnya guna menstabilkan harga pangan. “Tepung terigu dan produk-produk lainnya di bulan RaÂmadhan dan selanjutnya. Ini kita akan lakukan secara terus-menerus dengan tetap memperhatikan sisi pelaku usaÂha, distribusi atau koperasi dan yang mata rantai kita perpendek sehingga dari produsen sampai konsumen maÂsuk dengan harga yang sangat wajar,†katanya di lokasi yang sama.
Harga pangan yang direnÂcanakan turun ini akan dimulai dengan Operasi Pasar di dua loÂkasi pada hari Minggu mendatang (12/6/2016). Dua pasar tersebut adalah Pasar Cipete dan Pasar Minggu yang berlokasi di Jakarta Selatan. Amran menjanjikan harga untuk tiga komoditas tadi akan jauh lebih baik dari harga hari ini. “Yang jelas harganya jauh lebih baik dari hari ini,†timpal Amran.
Pangkas Rantai Distribusi
Harga daging sapi hingga kini masih di atas Rp 100.000/kilogram, bahkan tembus ke Rp 140.000/kg. Padahal, pemerintah menghendaki harga daging sapi bisa di bawah Rp 80.000/kg.
Mentan, Amran Sulaiman, menÂgungkapkan melambungnya harga daging sapi lantaran rantai pasok yang dianggap sangat panjang. PiÂhaknya mengklaim kini punya teroÂbosan baru mengatasi ‘penyakit’ tersebut. “Kita sepakati perpendek rantai pasok. Dari feedloter (penggeÂmukan sapi) langsung ke pasar kecil atau koperasi-koperasi dengan harga terjangkau,†kata Amran.
Menurut Amran, ini baru perÂtama kalinya dilakukan dengan meÂmangkas distribusi yang cukup siginiÂfikan. Sebelumnya, sapi dari feedloter harus melewati rumah potong heÂwan kemudian ke pedagang besar, sebelum dijual di pasar. “Ini tidak perÂnah terjadi. Ini menarik dari feedloter keperasi dan pasar,†ujarnya.
Amran tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana sapi dari feedÂloter harus dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), sebeÂlum dijual sebagai karkas (daging dan tulang) ke pedagang. Dirinya hanya meminta wartawan ikut dalam uji coba pertama tersebut.
Dia menuturkan, untuk mereÂalisasikan rencana tersebut, ada 2 lokasi pasar yang akan jadi perÂcontohan penjualan daging murah langsung dari feedloter tersebut. “Nanti hari Minggu kalian ikut yah, jam 5 subuh. Di Pasar Minggu dan Cipete,†kata dia.
Harga daging sapi di pasaran hingga kini masih tinggi di atas Rp 100.000/kilogram (kg), bahÂkan ada pedagang di Jakarta yang menjual dengan harga mencapai Rp 130.000/kg. Padahal, Presiden Joko Widodo mengatakan harga daging sapi harus turun hingga di bawah Rp 80.000/kg di saat puasa.
Hal ini membuat pemerintah panik dan mencari berbagai upaya agar harga daging sapi bisa didapat dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Sejumlah cara dilakukan, di antaranya Operasi Pasar (OP) dan melakukan impor daging sapi beku dari Australia. (Yuska Apitya/dtk)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















