JAKARTA TODAY– KomiÂsi III Dewan Perwakilan Rakyat belum juga menerÂima usulan nama calon Kapolri pengganti JenÂderal Badrodin Haiti dari Pemerintah.
Menurut Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo jika pekan ini nama-nama itu belum diserahkan, ia mengusulkan agar pemerÂintah memperpanjang masa jabatan Badrodin sebagai Kapolri. “Kami tegaskan sampai hari ini Komisi III DPR belum menerima nama usulan dari pemerintah dalam hal ini Presiden,†kata Bambang saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (13/6).
Bambang mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu sejumlah nama calon Kapolri dari PresÂiden yang akan diuji keÂlayakan dan kepatutan di Komisi Hukum tersebut. Presiden sendiri telah menerima usulan delapan nama calon kapolri terseÂbut dari Komisi Kepolisian Nasional. Menurutnya, waktu yang ideal untuk menyerahkan nama-nama itu ke DPR adalah pada pekan ini. “Kalau mengingat jadwal yang ada di DPR, maka bereÂsiko rasanya kalau kita melakukan fit and proper test kalau sampai minggu ini kami belum menerima nama-nama dari presÂiden,†ujar Bambang.
Dia menjelaskan, angÂgota DPR akan memasuki masa liburan Hari Raya Idul Fitri dari 28 Juni samÂpai 18 Juli 2016. Setelah itu, sepuluh hari kemuÂdian mereka akan memaÂsuki masa reses hingga 18 Agustus 2016.
Masa dinas Badrodin di institusi Polri akan beÂrakhir pada 24 Juli 2016. Sementara pelaksanaan uji kelayakan dan kepatuÂtan di Komisi III terbenÂtur dengan jadwal libur di DPR. “Ini memang sulit. Yang bisa dilakukan adalah perpanjangan dari Badrodin Haiti,†katanya.
Dia mengatakan, PresÂiden bisa memperpanjang masa jabatan Kapolri meÂlalui Peraturan PemerinÂtah Pengganti Undang-undang. “Tapi untuk lebih aman, presiden sebaiknya memakai Perppu untuk masa perpanjangan, denÂgan alasan waktu yang sangat mepet di DPR,†kata Bambang.
Jika tidak ada perpanÂjangan, kata Bambang, maka akan ada kevakuÂman di institusi Polri. SeÂmentara jabatan Kapolri tidak bisa digantikan oleh wakilnya. “Kewenangan Wakapolri dan Kapolri berbeda,†ujarnya.
Berbeda dengan BamÂbang, menurut Ketua Pusat Studi Politik & KeÂamanan (PSPK) UniversiÂtas Padjadjaran Muradi, wacana perpanjangan masa jabatan Badrodin seÂlaku Kapolri tidak memiÂliki dasar yang kuat. SeÂbabnya, saat ini banyak perwira tinggi yang diangÂgap mampu meneruskan kepemimpinan di lemÂbaga kepolisian nasional. “Ketersediaan perwira-perwira tinggi yang cakap telah siap menerima esÂtafet kepemimpinan di Polri. Bahkan dalam 15 tahun terakhir, kesiapan SDM Polri saat ini diangap paling lengkap karena seÂbaran perwira tinggi relaÂtif merata di setiap angkaÂtan dan unit,†kata Muradi dalam keterangan tertuÂlisnya kepada wartawan, Sabtu (11/6).
Jika perpanjangan masa jabatan Badrodin tetap diÂlakukan, stabilitas pemerÂintahan Jokowi JK pun diÂperkirakan akan goyang. Untuk itu, salah satu cara menjaga soliditas aparat keamanan adalah dengan cara mengganti Kapolri sesuai peraturan yang berlaku. “Langkah yang tidak cukup tepat hanya akan membuat Polri beÂrada dalam situasi yang tiÂdak cukup baik dan tidak terkonsolidir. Kebutuhan konsolidasi dan solidiÂtas internal (kepolisian) harus dipastikan dengan tertib dan berjalannya proses kaderisasi personil di polri untuk memastikan estafet kepemimpinan,†katanya.
Pekan lalu, Sekretaris Kabinet Pramono Agung mengatakan Jokowi akan mengajukan nama Kapolri baru sebelum berakhirnya masa jabatan Badrodin. Dia berkata, Jokowi sudah memiliki sejumlah perÂtimbangan matang dan tinggal menanti waktu untuk mengumumkan keputusannya. “Sebelum berakhirnya masa jabatan pensiun Badrodin Haiti, akan diputuskan,†kata Pramono, Kamis (9/6).
Sementara itu, MenÂteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada keÂmungkinan nama calon Kepala KeÂpolisian RI pengganÂti Jenderal Badrodin Haiti, dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat sebelum memasuki masa reses pada 28 Juni 2016. “Bisa jadi ya, kita lihat saja nanti,†ujar Luhut saat diceÂgat awak media di Kompleks Istana KepresÂidenan, kemaÂrin.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Presiden Joko Widodo suÂdah memutuskan untuk memperÂpanjang masa jabatan Kapolri Jenderal BadroÂdin Haiti. NaÂmun, hal itu telah dibantah pihak Istana Kepresidenan. (Yuska Apitya/ net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















