“Kami masih merumuskan soal ini. Yang jelas, kita akan tempuh solusi yang mengatasi masalah tanpa menimbulkan ma­salah baru,” singkatnya.

Berdasarkan data yang ter­catat di PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, terdapat 137 pedagang sapi yang tersebar di tujuh pasar. Dengan rincian, 6 pedagang daging sapi di Pasar Sukasari, 6 pedagang di Pasar Gunung batu, 6 pedagang di Pas­ar Warung Jambu, 4 pedagang di Pasar Padasuka, 1 pedagang di Pasar Devris, 7 pedagang di Pasar Merdeka, dan 55 los daging serta 52 kios di Pasar Bogor. Rata-rata setiap pedagang memiliki 2 sam­pai 3 karyawan.

BACA JUGA :  Kejuaraan Tarung Derajat Wali Kota Bogor Cup II 2024, Persiapan Menuju Porprov 2026

Jumlah tersebut, belum dit­ambah pedagang daging yang beroperasi diluar pasar yang be­lum menjadi naungan PD PPJ, seperti Pasar MA Salmun.

Dari data diatas, maka dapat dipastikan, ratusan pedagang dan karyawannya akan terkena imbas dari kebijakan itu.

BACA JUGA :  Silaturahmi Dengan Pimpinan DPRD Dengan PJ Wali Kota, Bahas Isu Strategis dan Tingkatkan Sinergitas Demi Kota Bogor

Sementara itu, Dirut PD PPJ, Andri Latif mengungkapkan, bila daging bulog tidak akan disebar ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor. “Sesuai rapat tera­khir, yang dihadiri Kabag Pereko­nomian PD PPJ dan unsur Pemer­intah, daging bulog tidak akan di drop ke pasar. Tetapi akan dipas­arkan di kecamatan,” ucapnya. (Patrick)

Halaman:
« 1 2 » Semua
============================================================
============================================================
============================================================