
Roya mencoba memulai percakaÂpan dengan seorang laki-laki berusia 30 tahun yang sedang sibuk mengatur tempat penjualan tanamannya yang berwarna-warni. Dia bertanya dengan sopan saat ingin mengambil foto-foto tanaman. Laki-laki muda asal Tehran ini mengizinkannya untuk melakukan pekerjaan kecil sebagai wartawan amÂatir sambil menyisir rambutnya dan bergaya layaknya model profesional.
Roya kemudian mendekati 2 pria tua yang sedang tertawa-tawa dan melÂawak satu sama lain, mungkin sedang mengingat tahun-tahun bahagia merÂeka. Kedua pria tua itu merasa sangat senang saat Roya memotret mereka. Mereka bergaya sangat lucu, berdiri bersebelahan sambil tertawa-tawa.
Matahari bersinar dengan senyum mengembang seolah-olah merasa baÂhagia melihat Musim Semi telah lewat dengan sangat indah di negeri yang disebut Persia pada masa-masa kejayÂaannya dahulu.
Selalu ada harapan di kedua mata Roya yang indah untuk menyambut Musim Panas yang akan tiba. KebahaÂgiaan ada di sana dan seperti orang-orang yang tinggal di Timur Tengah serta negeri empat musim lainnya, Musim Semi merupakan titik awal keÂhidupan manusia di mana orang dapat menikmati hari-hari mereka yang penuh dengan bunga setelah kehiduÂpan yang berat di Musim Dingin.
Pandangan mata tidak pernah memperlihatkan drama kehidupan yang salah, kita melihat orang berkelaÂhi setiap hari di belahan dunia yang lain, berkelahi untuk keserakahan mereka. Kita selalu berkelahi di dalam benak kita dengan pikiran-pikiran yang tidak masuk akal yang membuat kita buta melihat alam sekitar.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















