Untitled-12Otoritas Penerbangan Sipil Uni Eropa per hari ini, Kamis (16/6) mengeluar­kan Lion Air dan Batik Air dari daftar maskapai yang dila­rang terbang di wilayah udara Uni Eropa (EU Banned List).

Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air menganggap, keluarnya dua penerbangan miliknya dari daftar hitam penerbangan Eropa sebagai bentuk pengakuan global terhadap komitmen manajemen Lion Air dan Batik Air akan kesela­matan dan keamanan penerban­gan.

Selain itu, keputusan komisi penerbangan Uni Eropa itu juga sebagai bukti bahwa Lion Air dan Batik Air telah melaksanakan standar dan prosedur penerban­gan yang berlaku dan diakui di dunia internasional. “Manajemen Lion Air dan Batik Air akan terus melakukan perbaikan menyangkut kualitas pelayanan terutama ma­salah keselamatan dan keamanan penerbangan” ujar Edward melalui keterangan resmi, Kamis (16/6).

Edward berharap, pengakuan yang diberikan oleh EU Commis­sion akan menjadi pemicu semangat bagi seluruh karyawan untuk mem­perbaiki kinerja dan layananya. Dia memastikan, manajemen kedua perusahaan beserta seluruh kary­awannya tidak akan berhenti untuk meningkatkan kualitas layanan den­gan tetap memprioritaskan kesela­matan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Sebelumnya, Kementerian Per­hubungan (Kemenhub) mengupay­akan pencabutan cekal lima mas­kapai niaga nasional ke Uni Eropa. Negosiasi akan dilakukan pada per­temuan Komite Keselamatan Angku­tan Udara Uni Eropa (EU Air Safety Committee) di Brussel, Belgia pada November 2015.

“Pada bulan November kami akan mengajukan beberapa mas­kapai kita untuk dilepas dari daftar larangan terbang di Uni Eropa,”Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) Kemenhub Muzaffar Is­mail.