CIAWASHINGTON TODAY– Direk­tur Badan Intelijen Pusat Ameri­ka Serikat, CIA, John Brennan mengakui bahwa perang AS dan koalisi melawan ISIS telah gagal mengurangi kemampuan teror­isme kelompok teroris itu. Bah­kan diingatkan Brennan, ISIS tengah merencanakan serangan-serangan berikutnya di Barat.

Kepada Komisi Intelijen Senat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/6/2016), Brennan mengatakan bahwa ISIS terus bergerak maju meskip­un kehilangan sejumlah wilayah di Irak dan Suriah yang sempat dikuasainya.

BACA JUGA :  Roberto Callieri Jadi Komisaris Utama Hasil RUPST, Indocement Bakal Bagikan Dividen Rp308 Miliar

Diakui Brennan, upaya-upaya koalisi internasional yang dipimpin AS “tidak mengurangi kemampuan terorisme kelom­pok tersebut dan jangkauan globalnya.” “Gelombang seran­gan yang terus-menerus di Bagh­dad (Irak) dan Damaskus (Suri­ah), menunjukkan kemampuan kelompok itu untuk menembus jauh masuk ke dalam basis-basis musuh,” tutur Brennan.

Sejak September 2014, AS dan sekutunya termasuk nega­ra-negara Arab, melancarkan serangan-serangan udara ter­hadap ISIS di Suriah dan Irak. Sejumlah analis beranggapan, kampanye udara AS dan koal­isi tersebut tidak efektif untuk memberantas ISIS.

BACA JUGA :  Roberto Callieri Jadi Komisaris Utama Hasil RUPST, Indocement Bakal Bagikan Dividen Rp308 Miliar

Namun Brennan mengata­kan, kampanye udara tersebut telah mengurangi total jumlah teroris ISIS di Irak dan Suriah, dari sebelumnya 32 ribu orang tahun lalu menjadi sekitar 22 ribu orang.(Yuska Apitya/net)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================