B1-17-062016-BisnisJAKARTA TODAY– Indeks Harga Sa­ham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan kemarin ditutup di zona hijau bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga kompak menguat.

Mengawali perdagangan pagi, IHSG dibuka naik 14,55 poin (0,30%) ke 4.849,69. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 2,045 poin (0,04%) ke 4.833,098. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 1,907 poin (0,23%) ke 822.671. Mengakhiri perdagangan Senin (20/6/2016), IHSG ditutup men­guat 28,388 poin (0,59%) ke 4.863,531. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 5,349 poin (0,65%) ke 829.927.

Sembilan sektor menguat, hanya sektor infrastruktur yang melemah sebesar 0,35%. Sektor tambang me­mimpin penguatan sebesar 2,52% disu­sul sektor aneka industri sebesar 1,81%.

Baca Juga :  Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Ini Kata Mentan

Sebanyak 176 saham naik, 103 sa­ham turun, dan 105 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan seban­yak 226.502 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 6,121 miliar sa­ham senilai Rp 5,090 triliun. Dana as­ing keluar tercatat Rp 268,472 miliar. naik 475 poin (6,31%) ke Rp 8.000, ITMG naik 400 poin (4,88%) ke Rp 8.600, SRTG naik 350 poin (11,11%) ke Rp 3.500, dan LPPF naik 275 poin (1,43%) ke Rp 19.525.

Sedangkan sajaran top gainers di antaranya PTBA ham-saham yang masuk dalam jaja­ran top losers di antaranya MREI tu­run 625 poin (10,00%) ke Rp 5.625, LPGI turun 490 poin (10,00%) ke Rp 4.410, DLTA turun 200 poin (3,33%) ke Rp 5.800, dan UNTR turun 200 poin (1,43%) ke Rp 13.800. Sementa­ra di pasar uang, dolar Amerika Seri­kat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Re­uters, dolar AS sore kemarin berger­ak di Rp 13.251 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.317. ­Berikut kondisi bursa saham Asia sore kemarin: