Untitled-15Kebijakan Bank Indonesia menaikkan batas rasio pembiayaan terhadap ni­lai agunan disambut posi­tif oleh PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA, pelonggaran uang muka dapat mendongkrak pertum­buhan lini kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan. “Kami ada niat revisi Rencana Bisnis Bank (RBB), tetapi mungkin lebih ke KPR akan kami naikkan targetnya. Lebih tinggi dari 10 persen,” ujarnya, Senin (19/6/2016).

Baca Juga :  Bank Indonesia Resmi Meluncurkan Tujuh Uang Kertas Baru

Sebetulnya, Jahja menuturkan, manajemen cukup puas dengan capaian kredit konsumtifnya, KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Lini bisnis ini tercatat tum­buh positif di sepanjang kuartal kedua tahun ini yang didorong oleh bunga rendah, bahkan tembus single digit.

Namun demikian, tidak dapat dipungkiri, permintaan kredit se­cara keseluruhan di kuartal I dan II masih belum menunjukkan geliatnya. Sebut saja, kredit modal kerja dan investasi yang pertumbu­hannya masih di bawah 10 persen atau di bawah target perseroan. ­

Baca Juga :  Lorin Sentul Hotel Gelar Upacara Bendera Hingga Rayakan Perlombaan 17 Agustus

Terpisah, Anggoro Eko Cahyo, Direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan, manajemen juga merespon positif relaksasi dari BI. Harap maklum, hingga Mei 2016, pertumbuhan KPR di BNI masih lesu.