Israel Bangun Pulau Buatan di Gaza

FOTO-INTERNASIONAL--PULAU-BUATANPALESTINA TODAY– Israel be­rencana membangun sebuah pulau buatan di jalur Gaza. Pu­lau yang akan dilengkapi bandar udara, pelabuhan, dan mungkin juga hotel diperuntukan untuk warga Palestina.

Proposal untuk memban­gun pulau buatan manusia yang memakan biaya US$ 5 miliar atau Rp 66,3 triliun sudah di tan­gan Perdana Menteri Israel Ben­jamin Netanyahu. Hanya saja belum ada jawaban.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang menjajaki opsi, namun belum membuat keputusan,” kata Menteri Inteli­jen Israel yang mempromosikan rencana pembangunan pulau buatan ini, Israel Katz, kemarin.

Katz mengatakan pihaknya juga sedang mencari mitra untuk mendanai pembangunan pulau itu. Arab Saudi dan Cina diperkira­kan bersedia membangun pulau itu bermitra dengan pengusaha Israel. Menariknya, alasan menga­jak Saudi bermitra itu cukup aneh sebab Israel tak punya hubungan resmi dengan Saudi.

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

Untuk menemukan mitra, Katz bahkan telah melayang­kan proposal kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Pulau buatan ini memiliki luas sebesar empat mil persegi. Letaknya sekitar tiga mil dari garis pantai yang terhubung lang­sung dengan lahan milik Israel dengan jembatan berlajur dua.

Diperuntukan untuk war­ga Palestina, namun penga­wasan atas pulau itu di tangan Israel. Akses ke pelabuhan dan bandara diawasi secara ketat. Ada pos pemeriksaan di tengah jembatan yang dikelola otoritas internasional. Jem­batan akan ditutup jika terjadi ketegangan yang meningkat di jalur itu.

Pulau itu tidak akan men­jadi milik salah satu negara, tetapi akan memiliki status hukum internasional dan pasu­kan keamanan internasional. Katz menyarankan NATO. Is­rael sendiri akan bertanggung jawab atas keamanan di perai­ran sekitar pulau.

BACA JUGA :  Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Wafat di Usia 47 Tahun Setelah 3 Tahun Menjalani Perawatan

Penolakan terhadap renca­na itu bukannya tidak ada. Kri­tikus menggambarkan proyek pulau buatan ini sebagai upaya lain Israel untuk men­umpulkan kritik atas proses perdamaian yang hampir tak terjadi dengan Palestina.

Kenyataannya, negara itu telah mengepung jalur perda­gangan dan perbatasan selama satu dekade di Gaza, terutama sejak gerakan militan Islam Ha­mas menduduki kawasan pada tahun 2007.

Hamas dan Israel terlibat tiga kali perang dalam tujuh ta­hun terakhir. Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat.(Yus­ka Apitya/net)-(ed:Mina)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================