PALESTINA TODAY– Israel beÂrencana membangun sebuah pulau buatan di jalur Gaza. PuÂlau yang akan dilengkapi bandar udara, pelabuhan, dan mungkin juga hotel diperuntukan untuk warga Palestina.
Proposal untuk membanÂgun pulau buatan manusia yang memakan biaya US$ 5 miliar atau Rp 66,3 triliun sudah di tanÂgan Perdana Menteri Israel BenÂjamin Netanyahu. Hanya saja belum ada jawaban.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang menjajaki opsi, namun belum membuat keputusan,†kata Menteri InteliÂjen Israel yang mempromosikan rencana pembangunan pulau buatan ini, Israel Katz, kemarin.
Katz mengatakan pihaknya juga sedang mencari mitra untuk mendanai pembangunan pulau itu. Arab Saudi dan Cina diperkiraÂkan bersedia membangun pulau itu bermitra dengan pengusaha Israel. Menariknya, alasan mengaÂjak Saudi bermitra itu cukup aneh sebab Israel tak punya hubungan resmi dengan Saudi.
Untuk menemukan mitra, Katz bahkan telah melayangÂkan proposal kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Pulau buatan ini memiliki luas sebesar empat mil persegi. Letaknya sekitar tiga mil dari garis pantai yang terhubung langÂsung dengan lahan milik Israel dengan jembatan berlajur dua.
Diperuntukan untuk warÂga Palestina, namun pengaÂwasan atas pulau itu di tangan Israel. Akses ke pelabuhan dan bandara diawasi secara ketat. Ada pos pemeriksaan di tengah jembatan yang dikelola otoritas internasional. JemÂbatan akan ditutup jika terjadi ketegangan yang meningkat di jalur itu.
Pulau itu tidak akan menÂjadi milik salah satu negara, tetapi akan memiliki status hukum internasional dan pasuÂkan keamanan internasional. Katz menyarankan NATO. IsÂrael sendiri akan bertanggung jawab atas keamanan di peraiÂran sekitar pulau.
Penolakan terhadap rencaÂna itu bukannya tidak ada. KriÂtikus menggambarkan proyek pulau buatan ini sebagai upaya lain Israel untuk menÂumpulkan kritik atas proses perdamaian yang hampir tak terjadi dengan Palestina.
Kenyataannya, negara itu telah mengepung jalur perdaÂgangan dan perbatasan selama satu dekade di Gaza, terutama sejak gerakan militan Islam HaÂmas menduduki kawasan pada tahun 2007.
Hamas dan Israel terlibat tiga kali perang dalam tujuh taÂhun terakhir. Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat.(YusÂka Apitya/net)-(ed:Mina)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















