Ramadhan Versus Budaya Konsumerisme

Bagi masyarakat, bahaya konsumerisme melanggengkan kemiskinan dan juga hedonisme, sikap yang mengukur kebahagia­an dan memicu keinginan tidak memuaskan. Penyakit masyara­kat seperti judi, prositusi, abor­si, dan bunuh diri adalah ekses negatif dari budaya konsumtif yang berfokus pada hedonisme.

Bagaimana menghindari bu­daya konsumerisme? Konsumer­isme sama dengan mengajarkan pemborosan. Lawan dari boros adalah hemat. Artinya, untuk melawan konsumerisme harus dengan penghematan. Hemat bukan berarti pelit. Hemat tidak akan membuat orang menderita. Jika ada orang hemat terus men­derita itu namanya bukan meng­hemat yang benar.

BACA JUGA :  PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar hidup hemat dan tidak ikut larut dalam bahaya konsumerisme. Yaitu, pertama, berhematlah pada apa yang di­anggap paling penting, walau itu berarti tidak hemat dari sudut pandang lain. Berhemat artinya memaksimalkan manfaat un­tuk hal yang paling penting dan prioritas. Kedua, carilah harga yang relatif murah untuk man­faat utama yang sama. Hemat dalam hal ini adalah berusaha mendapatkan manfaat maksimal dari biaya minimal (benefit cost ratio). Dan ketiga, jadikan cash­flow keuangan sebagai patokan utama, jangan mengkonsumsi sesuatu diluar kemampuan dan dana. Wallahu’alam

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================